Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

EKSEKUSI MATI: Istri Gembong Narkoba Ini Merasa Tersiksa

Sabine Atlaoui, istri terpidana mati Sergei Atlaoui yang berasal dari Prancis, mengaku mengalami penyiksaan psikologis selama mengikuti proses hukum suaminya.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 17 April 2015  |  17:06 WIB
Istri Serge Arezki Atlaoui, Sabin Atlaoui - Antara
Istri Serge Arezki Atlaoui, Sabin Atlaoui - Antara

Bisnis.com, JAKARTA-- Sabine Atlaoui, istri terpidana mati Sergei Atlaoui yang berasal dari Prancis, mengaku mengalami penyiksaan psikologis selama mengikuti proses hukum suaminya.

"Penyiksaan psikologis dialami oleh saya, keluarga, anak-anak dan Serge sendiri. Seperti waktu sidang pertama peninjauan kembali (PK) di Tangerang," katanya dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (17/4/2015), yang juga dihadiri Duta Besar Prancis untuk Indonesia Corinne Breuze.

"Sidang baru selesai, dan seorang pegawai dari kejaksaan datang bertemu dengan Serge yang masih di sel untuk menanyakan berapa ukuran bajunya, karena mereka ingin memesan baju yang akan dipakai untuk eksekusi, sedangkan itu masih sidang pertama," ucap Sabine.

Hal tersebut, menurut dia, merupakan wujud ketidakhormatan atas hak Serge Atlaoui. Selain itu dalam sidang tersebut, kata Sabine, pertama kali anak-anaknya melihat ayah mereka diborgol.

"Itu merupakan gambar peristiwa yang sangat mengejutkan dan membawa trauma," kata Sabine.

Dia juga mengakui bahwa waktu pembesukan cukup terbatas, hanya diberi kesempatan dua hari dalam satu minggu dengan alokasi waktu selama dua jam.

"Dalam beberapa hari lagi saya akan pulang ke Prancis dengan rasa khawatir yang sangat mendalam, namun saya memiliki harapan pada upaya hukum yang masih diperiksa Mahkamah Agung (MA)," kata Sabine.

"Kami meminta keadilan, itu saja, dan saya rasa sah-sah saja bahwa kami hanya meminta agar keadilan ditegakkan," ucapnya.

Serge Atlaoui, warga negara Prancis, divonis mati pada 2007 oleh MA setelah dia bersama beberapa orang lainnya dinyatakan terlibat dalam pengoperasian pabrik ekstasi terbesar di Asia yang berlokasi di Cikande, Kabupaten Serang, Banten.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Eksekusi Mati

Sumber : Antara

Editor : Nancy Junita

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top