Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Nasdem: Kembalikan Martabat DPR

Wakil Ketua Fraksi Nasdem DPR, Johnny G Plate mewajibkan politisi partai tersebut memahami Undang-undang MPR, DPR, DPD dan DPRD (MD3) akibat merosotnya marwah dan kepercayaan masyarkat kepada para anggota legislatif.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 10 April 2015  |  15:32 WIB
Anggota Komisi VII DPR dari Fraksi Demokrat Mulyadi menunjukkan luka di wajahnya,seusai melaporkan kasus pemukulan dirinya oleh rekannya Mustofa Assegaf dari Fraksi PPP kepada Ketua DPR Setya Novanto, di kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (9/4/2015). - Antara
Anggota Komisi VII DPR dari Fraksi Demokrat Mulyadi menunjukkan luka di wajahnya,seusai melaporkan kasus pemukulan dirinya oleh rekannya Mustofa Assegaf dari Fraksi PPP kepada Ketua DPR Setya Novanto, di kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (9/4/2015). - Antara

Bisnis.com, JAKARTA -- Wakil Ketua Fraksi Nasdem DPR, Johnny G Plate mewajibkan politisi  partai tersebut memahami Undang-undang MPR, DPR, DPD dan DPRD (MD3) akibat merosotnya marwah dan kepercayaan masyarkat kepada para anggota legislatif.

Dia menilai merosotnya marwah para anggota legislatif tersebut terlihat dari berbagai kasus yang melanda para anggota mulai dari kasus korupsi, suap hingga kasus adu otot di gedung parlemen baru baru ini.

"Fraksi Nasdem telah menginstruksikan seluruh anggota DPR dari Fraksi Nasdem wajib mengembalikan marwah dan martabat lembaga DPR. Karena itu mereka diwajibkan kembali membaca UU MD3 agar selama menjalankan tugasnya sesuai fungsi DPR, " ujarnya saat membuka seminar nasional soal Otonomi Daerah di Gedung DPR, Jumat (10/4/2015).
 
Dia mengibaratkan lembaga DPR saat ini "dihujam dua rudal" yang mematikan dalam sepekan. Pertama, terjadinya pemukulan anggota komisi VII DPR Mustofa Abubakar terhadap Wakil Ketua Komisi VII Mulyadi saat raker dengan Menteri ESDM.

Rudal kedua adalah operasi tangkap tangan (OTT) atas anggota DPR F-PDIP Adriansyah (foto) di Sanur, Bali pada Kamis malam oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).


"(DPR-red) Ditembak dua rudal yang luar biasa, yakni adu jotos dan suap. Rudal itu kembali mencampakkan marwah dan martabat DPR, " ujar Johnny pada seminar yang digelar oleh Fraksi Nasdem tersebut.

Menurutnya, pemahanan UU MD3 diperlukan agar para politisi tidak saja bisa mengembalikan marwah dan martabat lembaga DPR, namun juga mampu  menjalankan tugas dan fungsi mereka sebagai wakil rakyat.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

dpr partai nasdem
Editor : Mardianah Noerdjali

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top