Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Menkeu: Tunjangan Kendaraan Rp210,89 Juta untuk Pejabat Itu Wajar

Pemerintah menganggap penambahan tunjangan uang muka untuk pembelian kendaraan perorangan pejabat negara menjadi Rp250,89 juta adalah hal yang wajar.
Lili Sunardi
Lili Sunardi - Bisnis.com 02 April 2015  |  16:21 WIB
Menteri Keuangan Bambang P.S. Brodjonegoro
Menteri Keuangan Bambang P.S. Brodjonegoro

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah menganggap penambahan tunjangan uang muka untuk pembelian kendaraan perorangan pejabat negara menjadi Rp210,89 juta adalah hal yang wajar.

Bambang Brodjonegoro, Menteri Keuangan, mengatakan tunjangan uang muka untuk membeli kendaraan pejabat negara di lembaga negara sebenarnya sudah diatur dalam Peraturan Presiden No. 68/2010 tentang Pemberian Fasilitas Uang Muka Bagi Pejabat Negara Untuk Pembelian Kendaraan Perorangan.

Aturan tersebut memberikan tunjangan senilai Rp116 juta kepada pejabat negara di lembaga negara, seperti DPR, MPR, DPD, Mahkamah Agung, Mahkamah Konstitusi, Komisi Yudisial, dan Badan Pemeriksa Keuangan.

“Awalnya diusulkan naik menjadi Rp250 juta, tetapi setelah kami kaji yang pas itu Rp210,8 juta dan sudah dianggarkan di masing-masing lembaga,” katanya di Komplek Istana Kepresidenan, Kamis (2/4/2015).

Bambang menuturkan tunjangan tersebut diberikan kepada pejabat negara untuk membeli kendaraan pribadi. Pasalnya, yang mendapat kendaraan dinas hanya unsur pimpinan lembaga tinggi negara.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengeluarkan Peraturan Presiden No. 39/2010 tentang Perubahan Atas Perpres No. 68/2010. Perpres ini hanya merubah Pasal 3 Ayat (1) Perpres No. 68/2010.

Pada Perpres No. 68/2010 disebutkan fasilitas  uang muka diberikan kepada pejabat negara sebesar Rp116,65 juta, sedangkan dalam Perpres No. 39/2015 menjadi Rp210,89 juta.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

menkeu pejabat Mobil Baru down payment tunjangan
Editor : Yusuf Waluyo Jati
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top