Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PENULIS BUKU 'Saatnya Aku Belajar Pacaran' Minta Maaf, Proses Hukum Berlanjut

Penulis buku kontroversial "Saatnya Aku Belajar Pacaran" Toge Aprilianto mengakui kesalahannya karena menulis tentang pembolehan hubungan seks di luar nikah, kata Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Susanto.
Martin Sihombing
Martin Sihombing - Bisnis.com 27 Februari 2015  |  14:28 WIB
PENULIS BUKU 'Saatnya Aku Belajar Pacaran' Minta Maaf,  Proses Hukum Berlanjut
Anak-anak membaca buku di sebuah perpustakaan - JIBI/Wahyu Darmawan
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA -  Penulis buku kontroversial "Saatnya Aku Belajar Pacaran" Toge Aprilianto mengakui kesalahannya karena menulis tentang pembolehan hubungan seks di luar nikah, kata Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Susanto.

"Penulis buku saat menemui pihak KPAI mengakui bahwa apa yang ditulinya merupakan kesalahan dan tidak akan mengulangi kembali," kata Susanto di Jakarta, Jumat.

Susanto mengatakan Toge baru memenuhi pemanggilan lembaga negara perlindungan anak itu setelah pada kesempatan sebelumnya tidak hadir karena alasan sakit.

Pemanggilan KPAI kepada Toge sendiri sebelumnya telah dilakukan bahkan sebelum kasus buku psikologi remaja itu dilaporkan ke Mabes Polri lantaran isinya dianggap tidak senonoh.

"Namun karena saat itu yang bersangkutan belum memungkinkan, sehingga baru hari ini bersedia hadir di KPAI untuk mengklarifikasi latar belakang penulisan, motivasi penulisan serta sasaran buku yang ditulis," kata dia.

Saat memenuhi panggilan KPAI, lanjut Susanto, penulis menjelaskan isi buku itu berawal dari curhat siswa saat penulis menjadi guru bimbingan konseling di salah satu sekolah di Surabaya.

Kendati telah datang ke KPAI, Susanto mengatakan proses hukum sedang dan tetap berproses di Mabes Polri.

Komisioner KPAI itu berharap berbagai materi seperti dari buku kontroversial itu dapat diambil pembelajarannya.

"Kasus ini diharapkan menjadi pembelajaran kita semua agar ikut memastikan anak terlindungi dari buku-buku yang bermuatan pornografi, seks di luar nikah serta buku yang bermuatan kekerasan," katanya. Budi Suyanto

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kpai penulis buku anak

Sumber : Antara

Editor : Martin Sihombing
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top