Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Gubernur Sumut Joget Bareng Mahasiswa se-Indonesia

Sebuah lagu dangdut berjudul 'Penasaran' yang disenandungkan Rektor Universitas Negeri Medan (Unimed) Prof.DR.Ibnu Hajar Damanik, M.Si membuat Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho tidak sanggup menahan diri untuk tidak bergoyang.
Yoseph Pencawan
Yoseph Pencawan - Bisnis.com 17 Februari 2015  |  16:02 WIB
Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho (berbaju batik di tengah) berjoget bersama para aktivis mahasiswa peserta Pra Temu BEM Nusantara VIII di rumah dinasnya - ist / Indra Kusuma
Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho (berbaju batik di tengah) berjoget bersama para aktivis mahasiswa peserta Pra Temu BEM Nusantara VIII di rumah dinasnya - ist / Indra Kusuma
Bisnis.com, MEDAN - Sebuah lagu dangdut berjudul 'Penasaran' yang disenandungkan Rektor Universitas Negeri Medan (Unimed) Prof.DR.Ibnu Hajar Damanik, M.Si membuat Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho tidak sanggup menahan diri untuk tidak bergoyang.
 
Meskipun tentunya suara Profesor Ibnu tidak secemerlang penyanyi asli lagu tersebut, tetapi tampak tidak mengurangi keasyikan Gubsu berjoget bersama dengan para mahasiswa di ruang tamu rumah dinasnya.
 
Awalnya, hanya sejumlah mahasiswa bergoyang mengiringi nyanyian lagu dangdut Profesor Ibnu. Namun tidak lama kemudian, Gubsu secara spontan berdiri dan masuk ke 'arena', berbaur dengan para mahasiswa. Gelak tawa pecah, keramaian pun memuncak.
 
"Rumah dinas ini adalah rumah besar Sumatera Utara. Siapa pun boleh menjadi tamu," ujar Gubernur di sela acara tersebut.
 
Tadi malam, Senin (16/2), sekitar pukul 21.00 WIB, Gubernur Sumatera Utara menjamu ratusan aktivis peserta Pra Temu Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Nusantara VIII di rumah dinas Gubsu Jalan Sudirman No. 41 Medan
 
Tiga bus besar perlahan masuk ke halaman rumah dan langsung disambut Gubernur di ruang tamu yang sudah disulap seperti aula. Sajian makan malam pun sudah terhidang di ruang sebelah secara prasmanan.
 
Tanpa banyak aktivitas formal, suasana santai dan akrab berlangsung di rumah dinas bercat dominan putih tersebut. Ada yang menyantap makan malamnya sambil lesehan di ruang tamu, ruang depan dan di sudut rumah lain. Gubsu pun ikut bersantap dengan lesehan.
 
Pada kesempatan itu, Gatot ikut ditemani sejumlah pejabat di lingkungan Pemprov Sumut.
 
Sedangkan para tamu yang hadir, menurut Ketua Senat Mahasiswa Unimed Zein Fahri, berasal dari berbagai institusi pendidikan tinggi di Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi dan Papua.
 
Daerah-daerah yang diwakili para mahasiswa juga terungkap dalam sesi perkenalan yang digelar Gubsu, setelah Rektor Unimed Profesor Ibnu bernyanyi.
 
Pada kesempatan itu Gubsu antara lain mengungkapkan, baginya, agenda penyambutan tamu sudah menjadi semacam tradisi bagi kepala Daerah.
 
"Kepada adik-adik kami punya harapan besar. Indonesia dibangun dengan kesederhanaan. Bunda Fatmawati Soekarno pada malam 17 agustus menjahit merah putih dengan tangannya sendiri," tuturnya.
 
Tetapi, lanjut Gubsu di hadapan para aktivis mahasiswa, pada hari ini, bendera yang dijahit Fatmawati menjadi sang saka Merah Putih. Berkibar dari jahitan tangan, dari ketidaksempurnaan. Artinya, kesempurnaan itu adalah sebuah proses panjang yang terus-menerus harus dilakukan.
 
Gubsu meyakinkan para mahasiswa bahwa ketidaksempurnaan adalah sebuah tantangan bagi anak muda untuk terus menyempurnakannya.
 
"Masa depan Indonesia ada di tangan adik-adik semua. Harus ada komitmen bersama, dari dan untuk nusantara," cetus Gubernur.
 
Lebih dari 150 orang aktivis mahasiswa dari berbagai provinsi di Indonesia menggelar Pra Temu BEM Nusantara VIII di Unimed sampai dengan 20 Februari 2015 mendatang.
 
Ketua Senat Mahasiswa Unimed Zein Fahri mengatakan, tema diangkat dalam kegiatan ini adalah Refleksi 100 Hari Kinerja Kepemimpinan Pemerintah Jokowi-JK.
 
Pada akhir kegiatan, mereka akan melahirkan rekomendasi berupa hal-hal yang dianggap penting dari masing-masing daerah untuk ditindaklanjuti oleh pemerintah.
 
Salah satu perwakilan Peserta Pra Temu BEM Nusantara VIII asal Universitas Negeri Papua Manokwari, Aloysius SIEP saat didaulat untuk berbicara mewakili peserta mengungkapkan terimakasih dan rasa gembiranya atas jamuan makan malam yang digelar di Rumah Dinas Gubsu.
 
Melihat sosok Gubsu, dia mengaku terkejut karena dalam benaknya seorang gubernur itu biasanya bertubuh gemuk dan terlihat tua.
 
"Saya tadinya mencari-cari yang mana Gubernur, karena fikiran saya gubernur itu gemuk ternyata tidak, dan saat berada ditengah-tengah mahasiswa saya kira juga mahasiswa," ujarnya.
 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sumatera utara
Editor : Yoseph Pencawan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top