Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Tim Pengendalian Inflasi Jabar Fokus Pacu Produksi Pangan

Tim Pengendalian Inflasi Daerah di Jawa Barat akan fokus meningkatkan produksi komoditas penyumbang inflasi pada tahun ini untuk melanjutkan keberhasilan menekan tingkat inflasi di bawah nasional pada 2014.
Abdalah Gifar
Abdalah Gifar - Bisnis.com 11 Februari 2015  |  19:37 WIB

Kabar24.com, BANDUNG—Tim Pengendalian Inflasi Daerah di Jawa Barat akan fokus meningkatkan produksi komoditas penyumbang inflasi pada tahun ini untuk melanjutkan keberhasilan menekan tingkat inflasi di bawah nasional pada 2014.

Ketua Tim Teknis Forum Koordinasi Pengendalian Inflasi (FKPI) Jawa Barat mengatakan pengendalian pada sisi volatile foods lebih memungkinkan untuk dilakukan oleh 27 TPID kabupaten/kota di Jabar di tengah fluktuasi administered price terkait harga BBM.

“Penurunan harga BBM berpengaruh, tetapi hal yang lebih penting dilakukan pada 2014 dan menyambung tahun ini yaitu fokus ke persoalan hulu. Kami harus tetap menahan dan meningkatkan produksi supaya tidak berkurang,” ujarnya selepas high level meeting FKPI, Rabu (11/2).

Dia merinci beberapa komoditas penyumbang inflasi di wilayah Jawa Barat di antaranya harga sapi potong, cabai merah, dan bawah merah. Untuk mengatasinya, tahun lalu pihaknya bersama Bank Indonesia menggulirkan program klaster untuk komoditas tersebut.

Dia memandang dengan telah terbentuknya 27 TPID dari 27 kabupaten/kota yang ada di Tanah Priangan, upaya pengendalian inflasi yang dilakukan dapat lebih menyeluruh. “Yang terakhir itu nanti Kabupaten Sumedang yang akan diresmikan akhir Februari,” ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

tpid produksi pangan inflasi Jabar
Editor : Rustam Agus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top