DESEMBER 2014: Ekspor Sumbar Turun 37,6%

Masih lemahnya harga komoditas karet dan CPO di pasar global membuat ekspor Sumatra Barat kian terpuruk di penghujung 2014.
Heri Faisal | 02 Februari 2015 21:37 WIB

Bisnis.com, PADANG--Masih lemahnya harga komoditas karet dan CPO di pasar global membuat ekspor Sumatra Barat kian terpuruk di penghujung 2014.

Badan Pusat Statistik (BPS) Sumbar mencatatkan nilai ekspor Sumbar per Desember 2014 turun 37,60% atau hanya US$144,2 juta dari bulan sebelumnya yang masih mencapai US$231,1 juta.

Bahkan jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, ekspor Sumbar juga masih mengalami penurunan 26,65% dari US$196,6 juta.

"Secara volume masih tumbuh, tetapi karena harganya turun dan rupiah juga melemah membuat nilai ekspor Sumbar jadi turun," kata Yomin Tofri, Kepala BPS Sumbar di Padang, Senin (2/2/2015).

Menurutnya, mustahil mendongkrak nilai ekspor di tengah masih lemahnya harga komoditas CPO dan karet di pasar global.

Sebab, ekspor Sumbar sangat bergantung kepada dua komoditas tersebut yang menyumbang hampir 90% terhadap total ekspor daerah tersebut. CPO atau golongan lemak dan minyak hewan/nabati menyumbang hingga 68,36% terhadap total ekspor Sumbar.

Komoditas ini mengalami penurunan 20,64% pada Desember 2014 atau US$92,1 juta dari bulan sebelumnya US$186,9 juta.

Sedangkan karet dan barang dari karet berkontribusi hingga 19,36% terhadap ekspor daerah tersebut. Komoditas itu mengalami penurunan paling tinggi 31,40% dari US$52,4 juta menjadi US$35,9 juta.

Selain itu, ekspor asal Sumbar yang hanya dikuasai sektor nonmigas berupa komoditi kopi, teh, dan rempah-rempah, buah-buahan, minuman, bahan bakar mineral, berbagai produk kimia, bahan-bahan nabati, dan sisa industri makanan.

BPS mengungkapkan sepanjang periode Januari-Desember 2014 total ekspor Sumbar hanya US$2,17 miliar atau turun 1,43% dari periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai US$2,20 miliar.

Yomin menyebutkan ekspor itu hanya dihitung oleh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai melalui pintu Pelabuhan Teluk Bayur dan Bandara Internasional Minangkabau (BIM).  "Ada juga ekspor komoditas asal Sumbar yang melewati Belawan dan Dumai. Tetapi itu tidak dihitung sebagai nilai ekspor Sumbar," katanya.

Selain mencatatkan penurunan ekspor, nilai impor Sumbar sepanjang tahun lalu juga turun 0,04% dari US$1,035 miliar menjadi US$1,034 miliar. Sedangkan per Desember 2014 juga turun 51,37% menjadi US$41,7 juta dari bulan sebelumnya US$85,7 juta.

Tag : sumbar
Editor : Hendri Tri Widi Asworo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top