RPH Surabaya Bidik Pendapatan Rp60 Miliar

BUMD Kota Surabaya Rumah Potong Hewan (RPH) Pegirikan berencana menambah unit bisnis baru seiring dengan target pendapatan tahun ini yang mencapai Rp60 miliar.
Peni Widarti | 02 Februari 2015 17:42 WIB

Kabar24.com, SURABAYA - BUMD Kota Surabaya Rumah Potong Hewan (RPH) Pegirikan berencana menambah unit bisnis baru seiring dengan target pendapatan tahun ini yang mencapai Rp60 miliar.

Direktur Utama RPH Pegirikan Nur Wahono mengatakan dibandingkan pendapatan tahun lalu, target tahun ini jauh lebih tinggi. Tahun lalu, RPH Pegirikan memperoleh pendapatan Rp15 miliar dengan laba Rp300 juta.

"Dengan memperluas bisnis baru, tahun ini kami mengincar laba Rp450 juta," katanya Senin (2/2/2015).

Wahono mengatakan penambahan unit bisnis baru tersebut adalah dengan melakukan pengadaan daging sapi, termasuk menjualnya ke pasar secara langsung.

"Walikota Surabaya meminta kami untuk mendistribusikan daging ke pasaran. Nantinya kami harus kulakan sapi di beberapa kabupaten di Jawa Timur seperti Jember, Probolinggo, Tuban dan Bojonegoro, di sana kualitas sapinya bagus,"
ujarnya.

Selama ini, lanjutnya, RPH hanya menjadi jasa memotong hewan kambing, sapi dan babi. Rata-rata RPH melayani pemotongan hewan hingga 40 ekor kambing, 180 ekor sapi per hari dan 180 ekor babi setiap dua hari sekali.

RPH rata-rata memotong sebanyak 180 ekor sapi dan 40 ekor kambing. Sedangkan babi pemotongannya dua hari sekali dengan jumlah 180 ekor. "Dari data tersebut, pendapatan dari pemotongan paling besar disumbang oleh pemotongan babi," pungkas Wahono.

Dia mengatakan, RPH tahun ini pun menyiapkan belanja modal Rp1,2 miliar atau meningkat dibandingkan capital expenditure (capex) tahun lalu yakni Rp1,1 miliar. Belanja modal tersebut termasuk untuk belanja sapi di beberapa kabupaten.

Wahono menambahkan, setiap belanja sapi diperkirakan membutuhkan investasi sekitar Rp300 juta. Nantinya, RPH menargetkan bisa menjual daging sapi sebanyak 10 ekor per hari.

"Kami juga sudah punya tempat penyimpanan daging beku atau freesher point di Surabaya sebanyak 14 titik. Tempat penyimpanan itu bisa menunjang lini bisnis baru ini," katanya.

Selain menjual daging di pasar tradisional maupun pasar modern, rencananya RPH juga akan menyasar restoran-restoran di Surabaya sebagai pasar baru yang memiliki potensi besar sejalan dengan pertumbuhan bisnis restoran di Surabaya.

Tag : surabaya, rumah potong, rph
Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top