Traktor Jokowi Terlalu Getar, Tak Sesuai Pesanan

Antok, salah satu teknisi perusahaan Kubota mengatakan sebagian mesin traktor tangan yang diserahkan Presiden Joko Widodo kepada perwakilan kelompok tani se-Jawa Timur di Kabupaten Ngawi, Sabtu pekan lalu, 31 Januari 2015, akan diganti. Sebab, kualitasnya belum sesuai dengan pesanan pemerintah.
Redaksi | 02 Februari 2015 18:06 WIB
Traktor pertanian - Ilustrasi/Antara

 

Bisnis.com, NGAWI- Antok, salah satu teknisi perusahaan Kubota, mengatakan sebagian mesin traktor tangan yang diserahkan Presiden Joko Widodo kepada perwakilan kelompok tani se-Jawa Timur di Kabupaten Ngawi, Sabtu pekan lalu, 31 Januari 2015, akan diganti. Sebab, kualitasnya belum sesuai dengan pesanan pemerintah.

"Getaran pada mesin traktor yang sudah dirakit lebih tinggi, harus dicopot lagi dan diganti," katanya saat ditemui di lapangan Desa Keras Wetan, Kecamatan Geneng, Ngawi, Senin, (2/2/2015).

Menurut Antok perakitan mesin traktor untuk mempercepat program swasembada pangan pemerintah itu memang dikebut. Sebab, pemerintah meminta agar traktor tersebut segera didistribusikan ke sejumlah provinsi.

Dalam kunjungannya, selain menyerahkan 852 unit traktor dan 377 pompa air, Jokowi juga berdialog dengan ribuan petani. Setelah itu, Presiden melihat pengerukan sedimentasi di Dam Budengan, Desa Legundi, Kecamatan Karangjati.

Namun ratusan traktor itu belum seluruhnya terdistribusi. Hingga Senin siang alat pertanian merek Kubota dan Yanmar itu masih banyak terparkir di lapangan Keras Wetan. "Proses pengirimannya ke masing-masing kabupaten/kota dilakukan secara bertahap oleh pihak pabrikan," kata Bupati Ngawi Budi Sulistyono.

Beberapa karyawan Kubota dan Yanmar sibuk memasukkan traktor ke dalam bak truk untuk diangkut ke daerah penerima. Menurut Antok hingga Senin siang jumlah traktor yang sudah terkirim ke pemerindah daerah penerima sekitar 160 unit.

Adapun 692 sisanya bakal dikirim bertahap dua hingga tiga hari mendatang. "Kami kirim ke Dinas Pertanian di masing-masing kabupaten dan kota," ucap dia.

Setibanya di tujuan, kata Antok, mesin traktor yang telah terpasang itu akan dicopot lagi dan diganti dengan mesin yang kualitasnya lebih baik. Mesin pengganti ini sudah dikirim oleh pabrikan sejak Jumat pekan lalu.

"Teknisi dari perusahaan yang akan mengganti mesin traktor tipe 1 S menjadi 2 S di daerah penerima. Mesin yang sebelumnya terpasang akan ditarik ke pabrik," katanya.

Sumber : tempo.co

Tag : jokowi, traktor
Editor : Yusuf Waluyo Jati

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top