Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

DUBES: Indonesia-Malaysia Perlu Seragamkan Bahasa Melayu

Indonesia dan Malaysia perlu membuat keseragaman dalam bahasa Melayu agar dapat digunakan sebagai bahasa bersama yang juga dapat menonjolkan jati diri bangsa Melayu di kancah internasional, kata Duta Besar Malaysia untuk Indonesia Zahrain Mohamed Hashim.
Fatkhul Maskur
Fatkhul Maskur - Bisnis.com 28 Januari 2015  |  17:45 WIB
DUBES: Indonesia-Malaysia Perlu Seragamkan Bahasa Melayu
Bendera negara anggota Asean. - Bisnis.com
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Indonesia dan Malaysia perlu membuat keseragaman dalam bahasa Melayu agar dapat digunakan sebagai bahasa bersama yang juga dapat menonjolkan jati diri bangsa Melayu di kancah internasional, kata Duta Besar Malaysia untuk Indonesia Zahrain Mohamed Hashim.

Dalam wawancara khusus dengan Antara di Jakarta, Rabu (28/1/2015), Zahrain memandang perlu ada keseragaman bahasa Melayu karena hampir 400 juta orang menggunakan bahasa tersebut.

"Soal keseragaman bahasa Melayu perlu diperbincangkan sebab dari segi banyaknya jumlah pengguna bahasa itu mungkin lima terbesar dunia," ujar dia.

Upaya penyeragaman bahasa Melayu itu, kata Zahrain, perlu dibahas bukan hanya antara Indonesia dan Malaysia, melainkan juga dengan Brunei Darussalam dan Singapura yang penduduknya juga banyak menggunakan bahasa Melayu.

"Kita lihat Inggris, Amerika, dan Australia, negara-negara itu memakai bahasa Inggris sebagai common language mereka. Kita juga perlu menggunakan satu bahasa yang kita anggap sebagai bahasa bersama [common language]," ucap Zahrain.

Selain itu, dia berpendapat bahwa bahasa Melayu yang telah diseragamkan dapat digunakan sebagai bahasa kedua setelah bahasa Inggris dalam Komunitas ASEAN.

Zahrain mengatakan bahwa pemerintah Indonesia dan Malaysia perlu mengangkat isu tersebut dengan didukung oleh organisasi dan lembaga masyarakat dari kedua negara.

"Kita juga perlu melibatkan cendekiawan dan sastrawan duduk bersama untuk mencari cara mengangkat bahasa Melayu ini, bukan hanya untuk komunikasi, melainkan juga untuk peningkatan intelektual," kata dia.

"Bila mengingat kembali kepada sejarah dan asal-usul kita, mungkin kita bisa menciptakan identitas kita sendiri, yang saya rasa cukup penting, khususnya untuk hubungan Indonesia dan Malaysia," ujar Dubes Malaysia itu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

melayu BAHASA MELAYU

Sumber : Antara

Editor : Fatkhul Maskur
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top