Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Nelayan Temukan Tiga Mayat, Warga Kotabaru Enggan Makan Ikan Laut

Sebagian masyarakat Kotabaru, Kalimantan Selatan, menghindari makan ikan laut, setelah ditemukannya tiga mayat korban Pesawat Airasia QZ8501 oleh nelayan Pulau Maradapan, Kecamatan Pulau Sembilan, kabupaten setempat.
Redaksi
Redaksi - Bisnis.com 17 Januari 2015  |  20:59 WIB
Nelayan Temukan Tiga Mayat, Warga Kotabaru Enggan Makan Ikan Laut
Ilustrasi - Bisnis.com
Bagikan

Kabar24.com, KOTABARU - Sebagian masyarakat Kotabaru, Kalimantan Selatan, menghindari makan ikan laut, setelah ditemukannya tiga mayat korban Pesawat Airasia QZ8501 oleh nelayan Pulau Maradapan, Kecamatan Pulau Sembilan, kabupaten setempat.

"Siapa tahu, ikan yang kita makan ternyata sebelumnya makan mayat korban pesawat Airasia," kata Ummi Fitria, seorang ibu rumah tangga di Kotabaru, Sabtu (17/1/2014).

Untuk sementara ini, lanjut dia, keluarganya cukup makan sayur-mayur, tahu, tempe dan ikan air tawar dulu.

Hal yang sama juga dilakukan oleh sejumlah ibu rumah tangga di Hilir Kotabaru, mereka masih belum mau membeli ikan laut.

Pasalnya, beredar isu di masyarakat bahwa mayat yang ditemukan nelayan Pulau Maradapan, Pulau Sembilan sudah tidak utuh lagi, bahkan sebagian organ tubuhnya hilang.

"Untuk sementara ini, kami tidak makan ikan laut," kata Siti Azahra.

Sebaliknya, permintaan akan ikan air tawar beberapa hari ini melonjak drastis, terutama ikan nila, ikan patin, dan ikan lele serta ikan gabus.

Siti Azahra mengaku harga ikan air tawar, seperti, ikan nila beberapa hari ini naik dari biasanya, dari Rp35.000-Rp37.500 per kg naik menjadi Rp40.000-Rp50.000 per kg.(ant/yus)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kotabaru ikan laut

Sumber : Newswire

Editor : Yusran Yunus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top