Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Jaga Lingkungan, Jateng Batasi Investasi Pabrik Semen

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah tahun ini membatasi investasi perusahaan semen dengan dalih menjaga keseimbang lingkungan di wilayah ini.
Muhammad Khamdi
Muhammad Khamdi - Bisnis.com 14 Januari 2015  |  18:04 WIB
Jaga Lingkungan, Jateng Batasi Investasi Pabrik Semen
/ilustrasi - jibiphoto

Kabar24.com, SEMARANG—Pemerintah Provinsi Jawa Tengah tahun ini membatasi investasi perusahaan semen dengan dalih menjaga keseimbang lingkungan di wilayah ini.

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengakui permintaan investasi perusahaan semen di Jateng cukup banyak.

Menurutnya, sebagian besar investor semen merupakan pemain lama atau perusahaan tersebut telah beroperasi di beberapa kota lain di Indonesia.

“Ada banyak [investor] pabrik semen. Namun saya harus hati-hati karena ini ekstraksi sumber daya alam,” papar Ganjar, Rabu (14/1).

Dia menuturkan sikap hati-hati untuk investasi semen karena belajar dari rencana pendirian pabrik Semen di Rembang dan Pati.

Hingga saat ini, tarik ulur pendirian pabrik semen di dua kota tersebut belum menemukan kesepakatan antara investor dengan warga yang kontra terhadap pendirian pabrik tersebut.

“Sebagian investor itu izinnya sudah beres semua. Namun ya itu tadi, ada warga yang masih menolak,” paparnya.

Dari data yang dihimpun Bisnis, besaran nilai investasi semen dan barang dari semen serta kapur pada 2014 mencapai Rp3,2 triliun.

Lokasi Jateng yang diincar investor semen yakni Grobogan dan Kabupaten Demak.

Kepala Sub Bidang Promosi Badan Penanaman Modal Daerah atau BPMD Jateng Primasto Ardi Martono menuturkan sepanjang 2014 ada beberapa perusahaan padat karya yang berminat relokasi dari Jawa Barat ke Jateng.

Kepeminatan jumlah investor terbanyak, kata dia, masih didominasi oleh industri tekstil dan produk tekstil.

Jika dilihat dari nilai investasi, ujar Primasto, perusahaan rokok menduduki porsi tertinggi dengan angka sekitar Rp6 triliun.

“Karena Jateng itu unggul dari tekstil dan produk rokoknya. Kalau untuk rokok terbesar di Indonesia,” paparnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kerusakan lingkungan pabrik semen pemprov jateng
Editor : Rustam Agus

Artikel Terkait



Berita Lainnya

    Berita Terkini

    back to top To top