Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PENELITIAN DI JERMAN: Nonton Film Porno Secara Berlebihan Bikin Motivasi Lemah

Sebuah studi di Jerman menyimpulkan bahwa menonton film porno secara berlebihan dapat menimbulkan masalah motivasi dan kepribadian.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 11 November 2014  |  11:45 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - Sebuah studi di Jerman menyimpulkan bahwa menonton film porno secara berlebihan dapat menimbulkan masalah motivasi dan kepribadian.

Penelitian yang dimuat dalam jurnal JAMA Psychiatry itu mengambil sampel hasil scan MRI otak dari 64 pria. Mereka adalah pria yang berusia antara 21 hingga 45 tahun yang suka menonton film porno rata-rata 4 jam per pekan.

Dari temuan itu terbukti adanya perubahan volume striatum menjadi lebih kecil akibat konsumsi film porno yang tinggi. Striatum, merupakan area otak yang berhubungan dengan pengelolaan terhadap motivasi.

"Pria yang suka menonton film porno menunjukkan aktivitas yang lemah antara daerah striatum dan korteks prefrontal, daerah yang berhubungan dengan pengambilan keputusan," ujar Simone Kuhn dari Max Planck Institute for Human Development sebagaimana dikutip Huffington Post, Selasa (11/11).

Selain itu, disfungsi sirkuit tersebut juga berkaitan dengan perilaku aneh.

Namun demikian, para peneliti belum mengetahui secara pasti, mengapa film porno mampu memberikan dampak yang demikian pada otak. Atau mungkin, ada orang yang lahir dengan bentuk otak tertentu sehingga mendorong dia memiliki kebiasaan menonton film porno.

“Sayangnya, penelitian belum sampai sejauh itu," tambah Kuhn.


Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

motivasi video porno

Sumber : huffington.com

Editor : Yusran Yunus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

BisnisRegional

To top