Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BANK SENTRAL KORSEL Pangkas Suku Bunga Jadi 2%

Bank of Korea (BoK) memangkas tingkat suku bunga menjadi 2% dari sebelumnya 2,25% seiring meningkatnya risiko aliran dana keluar (capital outflow). Di saat yang sama, BoK pun memangkas estimasi atas pertumbuhan ekonomi negara tersebut.
Dara Aziliya
Dara Aziliya - Bisnis.com 15 Oktober 2014  |  21:56 WIB

Bisnis.com, SEOUL - Bank of Korea (BoK) memangkas tingkat suku bunga menjadi 2% dari sebelumnya 2,25%, seiring dengan meningkatnya risiko aliran dana keluar (capital outflow). Di saat yang sama, BoK pun memangkas estimasi atas pertumbuhan ekonomi negara tersebut.

Gubernur Lee Ju Yeol menyatakan keputusannya merupakan rekomendasi dari Menteri Keuangan Korsel Choi Kyung Hwan yang meminta otoritas moneter untuk menyeimbangkan kebijakan dengan otoritas fiskal. Menkeu Choi menyampaikan dirinya tidak ingin ada gap terlalu besar antara suku bunga Korsel dengan negara-negara sekitar.

"Ada kemungkinan pemangkasan tingkat suku bunga berikutnya, paling tidak sampai paruh pertama tahun depan meski estimasi atas pertumbuhan 2015 masih optimistis," ungkap ekonom Woori Investment & Securities Co, Park Young Jun.

Adapun, BoK memangkas estimasi pertumbuhan ekonomi tahun ini menjadi 3,5% dari sebelumnya 3,8%. Untuk tahun depan, BoK memprediksi ekonomi akan tumbuh 3,9%, turun dari estimasi sebelumnya yaitu 4%.

Untuk menggenjot pertumbuhan, Menkeu Li berjanji akan mengucurkan sekitar 31 triliun yen atau setara US$29 miliar tahun ini, menyusul ketetapan bujet negara 2015 senilai 376 triliun won. 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ekonomi korea bank of korea

Sumber : Bloomberg

Editor : Nurbaiti

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top