KERETA MAKASSAR-PAREPARE: Pembebasan Lahan Tahap II Dilanjutkan

Tahapan pembebasan lahan proyek pembangunan kereta api Lintas Makassar-Parepare direncanakan akan kembali dilakukan Pemerintah Provinsi sulawesi Selatan pada akhir tahun ini.
Amri Nur Rahmat | 13 Oktober 2014 19:42 WIB
Ilustrasi - Bisnis.com

Bisnis.com, MAKASSAR - Tahapan pembebasan lahan proyek pembangunan kereta api Lintas Makassar-Parepare direncanakan akan kembali dilakukan Pemerintah Provinsi sulawesi Selatan pada akhir tahun ini.

Sejauh ini, pembebasan lahan dari proyek yang merupakan bagian dari mega proyek Kereta Api (KA) Trans Sulawesi telah dilakukan seluas 30 hektare yang berada di sekitar lokasi groundbreaking Desa Siawung, Kabupaten Barru Sulsel.

Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo mengatakan proses pembebasan lahan tahap kedua tersebut akan dilakukan secara bersama-sama dengan seluruh unsur terkait, baik Pemerintah Kabupaten/Kota serta seluruh sunsur Muspida daerah yang akan dilintasi megaproyek tersebut.

"Semuanya berjalan sesuai dengan perencanaan, karena untuk saat ini kita berfokus untuk merampungkan tahapan pembebasan lahan proyek ini," katanya, Senin (13/10/2014).

Menurutnya, secara keseluruhan lahan yang akan dibebaskan seluas 690 hektare yang terbagi pada 5 kabupaten/kota yang bakal dilintasi jalur kereta api Lintas Makassar-Parepare.

Lahan tersebut selanjutnya akan digunakan sebagai pembangunan prasarana kereta api yakni stasiun sebanyak 23 unit, rel kereta sepanjang 145 kilometer serta fasilitas lainnya.

Kendati demikian, Syahrul enggan menyebutkan besaran dana APBD yang akan digelontorkan dalam tahapan pembebasan lahan untuk menghindari terjadinya permainan harga lahan yang menjadi bagian dari perencanaan KA Lintas Makassar-Parepare.

"Lahan yang direncanakan dibebaskan itu sebagian besar memang milik warga yang terdiri dari lahan sawah basah, lahan sawah kering, lahan kosong serta beberapa unit bangunan," katanya.

Adapun, proyek KA Lintas Makassar-Parepare yang di-groundbreaking oleh Menteri Koordinator Perekonomian Chairul Tanjung pada 12 Agustus lalu itu, diestimasi membutuhkan dana sebesar Rp9,65 triliun.

Moda transportasi tersebut diperkirakan bisa mengangkut sekitar 4.676 orang per hari dan 12.334 ton barang per hari untuk jalur Makassar-Parepare serta beberapa daerah yang disinggahi kereta api.

Jalur lintas Makassar-Parepare merupakan bagian dari jalur utama lintas barat KA Trans Sulawesi, di mana dua jalur utama lainnya adalah jalur lintas utara dan jalur lintas selatan.

Kepala Dinas Perhubungan Sulsel Masykur Sultan mengemukakan KA Lintas Makassar-Parepare akan diintegrasikan dengan beberapa pelabuhan, seperti Pelabuhan Makassar, Pelabuhan Garongkong Barru dan Pelabuhan Nusantara Parepare untuk memudahkan angkutan logistik melalui moda transportasi tersebut.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
makassar, Trans Makassar-Parepare

Editor : Sepudin Zuhri

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top