Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Dewan Pers Gagas Indeks Kebebasan Pers

Kemerdekaan pers masih dirasakan belum bebas dari tekanan pemerintah, kelompok tertentu, dan pemilik modal. Alhasil, beberapa jurnalis dihadapkan pada intimidasi dan kekerasan saat menyampaikan berita ke publik.
Yanuarius Viodeogo
Yanuarius Viodeogo - Bisnis.com 09 Juli 2014  |  16:41 WIB
Dewan Pers Gagas Indeks Kebebasan Pers

Bisnis.com, JAKARTA -- Kemerdekaan pers masih dirasakan belum bebas dari tekanan pemerintah, kelompok tertentu, dan pemilik modal. Alhasil, beberapa jurnalis dihadapkan pada intimidasi dan kekerasan saat menyampaikan berita ke publik.

Dewan Pers kemudian menggagas indikator yang diklaim terpercaya dalam mengukur kebebasan pers di Indonesia bernama Indeks Kemerdekaan Pers (IKP) yang menitikberatkan pada Hak Asasi Manusia.

Pada Focus Group Discusion sesi I itu, Ketua Komisi Hukum Dewan Pers Yosep Adi Prasetyo mengatakan IKP itu mau memberikan gambaran lengkap terhadap situasi bahwa jurnalis sering mendapat serangan fisik maupun teror yang menghambat pemberitaan.

"Indeks yang saat ini ada belum menggambarkan usaha negara menjalankan kewajiban HAM. Ada banyak UU lain yang menghambat akses atau penyebaran informasi dan kebebasan pers," kata Yosep, Selasa (08/07/2014).

Menurut dia, banyak kekerasan terhadap jurnalis yang berujung kematian tidak terungkap hingga kini. Salah satunya wartawan harian Bernas bernama Fuad Muhammad Safruddin alias Udin. "Kasus Udin sudah memasuki usia 18 tahun, dia merupakan korban dan belum ada penyelesaiannya," ujar Yosep.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kebebasan pers
Editor : Taufik Wisastra

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top