Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pembebasan Lahan Jalur Kereta Trans Makassar Dimulai

Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo menyatakan pembebasan lahan jalur kereta api trans Makassar-Parepare tahap pertama direncanakan sepanjang 30 kilometer.
Amri Nur Rahmat
Amri Nur Rahmat - Bisnis.com 03 Juli 2014  |  16:11 WIB
Ilustrasi - Bisnis.com
Ilustrasi - Bisnis.com

Bisnis.com, MAKASSAR - Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo menyatakan pembebasan lahan jalur kereta api trans Makassar-Parepare tahap pertama direncanakan sepanjang 30 kilometer.

Menurutnya, anggaran pembebasan lahan jalur kereta api tersebut telah siap dan tengah melakukan negosiasi dengan warga pemilik tanah.

"Uang sudah siap, tinggal eksekusi untuk pembebasan lahan 30 kilometer tahap pertama," katanya, Kamis (3/7/2014).

Kendati demikian, Syahrul enggan menyebutkan besaran anggaran pembebasan lahan itu lantaran dikhawatirkan memicu pergerakan harga tanah yang spekulatif dari pihak tertentu.

Dia menjelaskan jika anggaran tersebut dibeberkan akan dimanfaatkan pemilik lahan yang masuk dalam rencana proyek, untuk menaikkan harga.

Adapun, sesuai dengan detail engineering design (DED) proyek tersebut akan melewati 5 kabupaten/kota di Sulsel dengan panjang mencapai 145,23 kilometer.

"Tahap pertama sepanjang 30 kilometer sudah siap untuk dibebaskan, dan sekrang kita sisa menunggu pemerintah pusat untuk groundbreaking," papar Syahrul.

Proyek tersebut diperkirakan bakal menyerap investasi hingga Rp7,1 triliun dan sekaligus akan menjadi awal untuk pembangunan kereta api trans Sulawesi yang akan menghubungkan daerah di regional Celebes.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

makassar Trans Makassar-Parepare
Editor : Sepudin Zuhri
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top