Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

HARGA BARANG: Di Tingkat Pengecer Akan Dikendalikan

Pengendalian harga barang di tingkat pedagang eceran akan dilakukan melalui kerja sama daerah untuk menjaga kecukupan suplai sehingga potensi penimbunan barang untuk dijual pada saat harga tinggi tidak dapat dilakukan.
Rachmad Subiyanto
Rachmad Subiyanto - Bisnis.com 30 Mei 2014  |  14:22 WIB
HARGA BARANG: Di Tingkat Pengecer Akan Dikendalikan

Bisnis.com, BALIKPAPAN - Pengendalian harga barang di tingkat pedagang eceran akan dilakukan melalui kerja sama daerah untuk menjaga kecukupan suplai sehingga potensi penimbunan barang untuk dijual pada saat harga tinggi tidak dapat dilakukan.

Asisten Bidang Perekonomian, Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat Setdakot Balikpapan Sri Soetantinah mengatakan sesuai dengan arahan presiden dalam rapat kerja nasional (Rakernas) tim pengendali inflasi daerah (TPID), pengendalian harga diperlukan agar inflasi bisa tetap terkendali. Untuk Balikpapan, imbuhnya, pengendalian harga akan dilakukan dengan menggelar kerja sama daerah untuk memasok kebutuhan bahan pokok.

“Utamanya bahan basah seperti sayur, daging, ikan, dan ayam. Perlu kerja sama dengan daerah produsen lain yang surplus agar stok selalu cukup,” ujarnya kepada Bisnis, Jumat (30/5/2014).

Tantin menambahkan sudah ada data dari pemerintah pusat mengenai daerah mana saja yang mengalami surplus kebutuhan bahan pokok tertentu. Ini akan memudahkan masing-masing daerah untuk berkolaborasi dengan daerah lain yang saling menguntungkan.

Selama ini, lanjut Tantin, Balikpapan bergantung pada dua daerah penyuplai barang kebutuhan pokok yakni Surabaya dan Makassar. Menurutnya, kerja sama tersebut bisa diperluas dengan daerah lain yang juga memiliki potensi sebagai produsen. Dia mengakui Balikpapan perlu bergantung dengan daerah lain karena keterbatasan lahan sebagai areal tanam ataupun pembudidayaan peternakan.

Tantin mengakui sudah ada daerah yang potensial untuk diajak kerja sama untuk memenuhi pasokan bahan pangan dalam upaya memperluas dan memperkuat cadangan suplai di dalam kota itu. “Sulawesi Barat yang mungkin bisa kami ajak kerja sama karena sudah ada transportasi langsung dari Balikpapan,” katanya.

Kerja sama ini akan menambah opsi daerah pemasok bahan pokok ke Balikpapan sehingga kecukupan stok di dalam daerah tetap bisa terjamin. Rencananya, Pemkot Balikpapan akan bertemu dengan Pemprov Sulawesi Barat dalam waktu dekat. “Sebelum Ramadhan. Agar juga bisa langsung berjalan kerja sama ini,” tuturnya.

Untuk menarik minat produsen di Sulawesi Barat, Tantin juga akan mengenalkan pusat informasi harga bahan pokok strategis yang telah bisa diakses melalui laman web ataupun sms. “Ini penting agar mereka [produsen] tahu berapa harga jual di sini. Kalau menarik harganya kan pasti akan dikirim,” katanya.

Dia menyebutkan kelompok pengeluaran yang berpengaruh besar terhadap laju inflasi di Balikpapan berasal dari kelompok bahan makanan. Apabila kelompok pengeluaran ini mengalami inflasi cukup besar, akan berpengaruh terhadap laju inflasi secara total. Adapun, ketika laju inflasi di sektor ini dapat terkendali maka inflasi pun akan stabil.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

harga barang
Editor : Martin Sihombing

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top