Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

3 Mantan Karyawan Barclays Diancam Hukuman Pidana

Tiga mantan karyawan Barclays Plc, New York menghadap muka pengadilan setelah dituduh memanipulasi bunga Libor oleh jaksa Inggris, hukuman pidana mengancam ketiga orang tersebut.
Annisa Lestari Ciptaningtyas
Annisa Lestari Ciptaningtyas - Bisnis.com 27 Mei 2014  |  23:05 WIB
3 Mantan Karyawan Barclays Diancam Hukuman Pidana
Ilustrasi - Bisnis.com
Bagikan

Bisnis.com, LONDON - Tiga mantan karyawan Barclays Plc, New York menghadap muka pengadilan setelah dituduh memanipulasi bunga Libor oleh jaksa Inggris, hukuman pidana mengancam ketiga orang tersebut.

Bloomberg melaporkan pada Selasa (27/5/2014) bahwa Ryan Reich , Alex Pabon dan Jay Merchant memberikan keterangannya di Pengadilan Westminster hari ini (27/5/2014).

Menurut Serious Fraud Office (SFO) ketiganya menghadapi tuduhan konspirasi, karena telah melakukan penipuan antara Juni 2005 dan September 2007.

Ketiganya adalah banker AS yang pertama kali menghadapi tuntutan dalam manipulasi Libor yang diselidiki oleh SFO, regulator akan mengenakan denda sekitar US$6 miliar. Enam belas orang yang menghadapi tuntutan dugaan kecurangan suku bunga di seluruh dunia, termasuk tiga mantan karyawan Barclays di London .

Kasus ini telah dikirim ke pengadilan pidana yang lebih tinggi dan dijadwalkan untuk sidang pada 29 Mei. Para terdakwa dibebaskan dengan syarat bahwa mereka masing-masing mengirim 50.000 pound ( US$84.125 ) dan memberitahu SFO setiap akan bepergian keluar AS.

Sementara itu kuasa hukum ketiga orang tersebut belum mau berkomentar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Suku Bunga manipulasi

Sumber : Bloomberg

Editor : Sepudin Zuhri
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top