Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BENTROKAN BENGHAZI: 79 Tewas dan 141 Luka-luka

Setidaknya 79 orang tewas dan 141 lainnya luka-luka dalam bentrokan sengit di antara kelompok-kelompok bersenjata Libya timur antara kelompok bersenjata yang setia kepada mantan Jenderal pembangkang dan milisi-milisi Islam.
Ismail Fahmi
Ismail Fahmi - Bisnis.com 18 Mei 2014  |  07:19 WIB
BENTROKAN BENGHAZI: 79 Tewas dan 141 Luka-luka
Bentrokan Benghazi di Libya. Telan korban 79 nyawa dan 141 luka-luka - Antara

Bisnis.com, BENGHAZI-- Setidaknya 79 orang tewas dan 141 lainnya luka-luka dalam bentrokan sengit di antara kelompok-kelompok bersenjata Libya timur antara kelompok bersenjata yang setia kepada mantan Jenderal pembangkang dan milisi-milisi Islam.

Seorang pejabat kementerian kesehatan Libya, Abdallah al-Fitouri, Sabtu memberikan korban terbaru kerusuhan Jumat di Benghazi kepada AFP.

Dia menjelaskan, mereka yang terluka telah dibawa ke lima rumah sakit di kota itu.

Sebelumnya, mereka menyebutkan korban tewas akibat bentrokan di Benghazi meningkat menjadi 43 dengan lebih 100 orang terluka, kata pejabat Departemen Kesehatan Libya itu, ketika seorang pembelot pensiunan jenderal bersumpah untuk terus memerangi gerilyawan Islam di pelabuhan Libya timur.

Kekerasan Jumat mendorong perdana menteri Libya untuk memerintahkan pasukan militer mengendalikan semua kelompok bersenjata di kota itu, di mana sering terjadi bentrok gerilyawan dengan tentara, dan pembunuhan serta pemboman sering terjadi.

Pertempuran terbaru pecah antara gerilyawan Islam dan pasukan militer Libya swa-deklarasi Tentara Nasional Libya, yang dipimpin oleh pensiunan Jenderal Khalifa Haftar.

Penduduk mengatakan, pasukan Haftar telah menyerang Ansar al-Sharia dan kelompok gerilyawan lain yang berkeliaran tak tertandingi di Benghazi. (Reuters/Antara)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

libya

Sumber : Newswire

Editor : Ismail Fahmi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

back to top To top