Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Virgin Australia Direcoki Pemabuk, Penerbangan di Bali Sempat Antre

Penerbangan sejumlah maskapai di Bandara I Gusti Ngurah Rai sempat tertunda dan harus mengantre akibat ulah penumpang Virgin Air Australia yang mabuk di dalam pesawat.
Lavinda
Lavinda - Bisnis.com 25 April 2014  |  16:20 WIB
Ilustrasi - ausbt.com.au
Ilustrasi - ausbt.com.au

Bisnis.com, DENPASAR -- Penerbangan sejumlah maskapai di Bandara I Gusti Ngurah Rai sempat tertunda dan harus mengantre akibat ulah penumpang Virgin Air Australia yang mabuk di dalam pesawat.

General Manager Garuda Indonesia Branch Office Bali Syamsuddin JS mengatakan penerbangan maskapai pelat merah itu sempat terganggu karena harus menunggu antrean yang padat saat akan take off. Untungnya, tidak ada pembatalan atau penundaan jadwal penerbangan hingga berjam-jam.

“Untungnya ketika bandara sempat ditutup sebentar karena masalah itu [pemabuk di Virgin Air], pesawat kami tidak ada jadwal take off, jadi tidak ada delay,” kata Syamsuddin saat dihubungi wartawan, Jumat (25/4/2014).

Lagipula, lanjut dia, penutupan bandara tidak berlangsung lama. Setelah ada informasi soal orang mabuk dan ditangkap, pihak bandara langsung kembali mengaktifkan jalur penerbangan.

Pesawat berangkat dari Brisbane, Australia menuju Denpasar, Bali. Namun pesawat tertahan tidak memasuki lapangan parkir bandara dan tetap  berada di jalur runway.

Air traffic controller (ATC) Bandara Ngurah Rai menerima kabar pembajakan dari ruang kendali pesawat pada 14.04 WITA. Pilot menyebutkan kode Hijacked. Hal itu yang akhirnya membuat panik seisi bandara.

Belakangan diketahui awal kepanikan itu bermula dari ulah Matt Christopher, salah seorang penumpang berusia 28 tahun dan diidentifikasi berprofesi sebagai kontraktor, yang dalam keadaan mabuk menggedor-gedor ruang pilot.

 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

virgin australia
Editor : Saeno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top