Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PEMBIAYAAN PETANI: Bulog Sumsel Menanti Operasional Jamkrida

Perum Bulog Divre Sumsel mengaku sangat menanti beroperasinya PT Jaminan Kredit Daerah (Jamkrida) Sumsel untuk memperlancar kegiatan on farm perusahaan itu.
Dinda Wulandari
Dinda Wulandari - Bisnis.com 23 April 2014  |  17:16 WIB
Operasional Jamkrida Bulog Ditunggu di Sumsel - JIBI
Operasional Jamkrida Bulog Ditunggu di Sumsel - JIBI

Bisnis.com, PALEMBANG - Perum Bulog Divre Sumsel mengaku sangat menanti beroperasinya PT Jaminan Kredit Daerah (Jamkrida) Sumsel untuk memperlancar kegiatan on farm perusahaan itu.

 

Kepala Perum Bulog Divre Sumsel Bambang Napitupulu mengatakan peran Jamkrida akan sangat membantu petani dalam mendapatkan kredit dari perbankan.

 

"Inilah [Jamkrida] yang kami tunggu-tunggu, mereka bisa menjadi avalis, pihak bank tidak lagi minta-minta jaminan kepada petani,"katanya, Rabu (23/4).

 

Seperti diketahui, Bulog memiliki kegiatan on farm untuk membantu petani dalam mendapatkan pinjaman modal usaha dengan menggandeng perbankan, yaitu bank BRI.

 

Kerja sama Bulog dan BRI itu terkait penyaluran Kredit Ketahanan Pangan dan Energi (KKPE) yang terkenal dengan bunga rendah.

 

Menurut Bambang, hampir 80% dari petani yang ada di provinsi itu masih terkendala agunan untuk mengakses pembiayaan perbankan.

 

Dia menambahkan petani biasanya akan menjadikan tanah garapannya sebagai agunan kepada perbankan hanya kebanyakan lahan milik petani itu belum bersertifikat.

 

"Kalau Jamkrida beroperasi semua selesai, masalah agunan itu pasti teratasi,"katanya.

 

Selama perusahaan yang sahamnya dimiliki Pemprov Sumsel itu belum beroperasi, Bulog telah berinisiatif membantu petani melakukan sertifikasi lahan dengan sistem KKPE.

 

Berdasarkan catatan Bisnis, Jamkrida Sumsel memastikan resmi beroperasi pada 1 April 2014  setelah beberapa kali molor dari jadwal yang ditargetkan.

 

Direktur Utama PT Jamkrida Sumsel Dian Askin Hatta mengatakan saat ini pihaknya tinggal menyelesaikan proses perizinan di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Perwakilan Palembang.

 

“Kami sudah mengajukan sejak 3 minggu lalu, ada beberapa proses yang harus dijalankan dulu, launching mudah-mudahan tanggal 1 April nanti,”katanya kepada Bisnis, Selasa (4/3/2014).

 

Terkait kecukupan modal minimal yang berasal dari APBD Sumsel, dia mengemukakan, persoalan itu telah terpenuhi.

 

Dia mengatakan Pemprov dan DPRD Sumsel telah menyetujui anggaran senilai Rp25 miliar untuk modal jaminan Jamkrida Sumsel masuk dalam APBD 2014.

 

Sementara itu Plt Sekretaris Daerah Sumsel Mukti Sulaiman mengatakan pihaknya akan berupaya agar Jamkrida segera beroperasi.

 

“Mereka kan baru berusia 3 bulan, masih tergolong baru, cuma nanti kami upayakan agar segera berfungsi,”katanya.

 

Ketua Kelompok Kerja Nasional (Pokjanas) Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Sartono menambahkan pihaknya juga mendukung PT Jamkrida Sumsel segera beroperasi.

 

“Jika banyak pihak yang mendukung kemudahan petani maka akan berdampak pada pengendalian inflasi di Sumsel itu sendiri,”katanya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pembiayaan pertanian
Editor : Martin Sihombing

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top