Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Walikota Surabaya Tak Yakin Kunci Jawaban UN SMA Bocor

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini yakin kunci jawaban soal ujian nasional SMA yang sebelumnya sempat beredar bukanlah jawaban sebenarnya.
Peni Widarti
Peni Widarti - Bisnis.com 20 April 2014  |  14:11 WIB
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini - Antara
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini - Antara

BIsnis.com, SURABAYA - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini yakin kunci jawaban soal ujian nasional SMA yang sebelumnya sempat beredar bukanlah jawaban sebenarnya.

"Yang terjadi sudah ditangani polisi, tapi saya tetap yakin Surabaya tidak bocor. Kalau yang keluar itu adalah soal ujian, saya masih percaya. Namun kalau yang bocor adalah kunci jawaban, kemungkinannya kecil sekali karena kan ada 20 jenis soal," kata Risma seusai merayakan keberhasilan menerima Socrates Award dari Europe Business Assembly (EBA), di Balai Kota Surabaya, Minggu (20/4/2014).

Risma juga kembali berpesan kepada siswa SMP yang akan melaksanakan ujian nasional agar tidak goyah dan tergoda dengan oknum yang menyediakan kunci jawaban soal UN.

"Kadang anak-anak ini ingin tahu terus, dengar info jawaban soal sedikit saja langsung goyah walau mereka sebenarnya sudah siap," katanya.

Dia menambahkan pihaknya akan melihat kondisi dan hasil penyelidikan polisi terkait beredarnya kunci jawaban soal unas SMA, serta mencocokan kunci jawaban yang beredar dengan soal ujian SMA yang telah berlalu.

"Nanti dilihat kondisinya, akan diapakan anak-anak yang membeli kunci jawaban ini. Semoga tidak ada kriminalisasi," imbuhnya.

Sebelumnya pada Rabu (16/4/2014) sekitar pukul 04.00 WIB, polisi menggerebek beberapa siswa di sebuah rumah di kawasan Manukan. Dalam penggerebakan itu, polisi menemukan lembaran kunci jawaban. 

Sedikitnya ada 18 siswa SMA Negeri 12 Surabaya telah diperiksa oleh Kepolisian Resor Kota Besar Surabaya. Bahkan polisi telah mengamankan seorang joki atau koordinator sekolah berinisial R untuk diperiksa. Menurut polisi, ada indikasi keterlibatan jaringan joki terbesar di Surabaya dalam kasus tersebut.

Selama ujian berlangsung, polisi melakukan penjagaan di SMA Negeri 12 agar siswa-siswa yang digerebek tersebut tidak melarikan diri.

Kunci jawaban itu dibeli oleh para siswa dari seorang joki seharga Rp150.000 per orang untuk semua mata pelajaran. Sehingga dengan jumlah 201 siswa dari SMA Negeri 12 itu, total uang yang diterima joki adalah sekitar Rp30 juta lebih.

Kepala Dinas Pendidikan kota Surabaya M. Ikhsan mengatakan pihaknya bersama dengan kepolisian masih terus menyelidiki kasus tersebut dan mencegah agar tidak terjadi pada ujian nasional tingkat SMP.

"Kami sedang tunggu hasilnya dari kepolisian, siapa tahu dengan ini, sekolah-sekolah lain juga akan terungkap," ujarnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

un sma
Editor :

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top