Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Tender Diduga Menyimpang, Polri: Laporkan Saja ke Panitia Lelang

Tender pengadaan pelat nomor kendaraan diduga menyimpang, Polri menyarankan Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) agar melaporkan hal tersebut kepada panitia lelang.
Nadya Kurnia
Nadya Kurnia - Bisnis.com 18 April 2014  |  12:40 WIB
Korlantas telah menunjuk tim panitia lelang yang menangai proses tender pengadaan pelat nomor. Antara
Korlantas telah menunjuk tim panitia lelang yang menangai proses tender pengadaan pelat nomor. Antara

Bisnis.com, JAKARTA – Tender pengadaan pelat nomor kendaraan diduga menyimpang, Polri menyarankan Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) agar melaporkan hal tersebut kepada panitia lelang.

Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Polisi Ronny Sompie mengatakan apabila ada kemungkinan rekayasa dalam proses tender, baik peserta maupun masyarakat umum dapat melayangkan komplain melalui prosedur yang ada.

"Ya kalau memang mereka liat ada kemungkinan rekayasa, misalnya agar yang menang tender dia-dia saja, saya kira bisa dikomplain, ada prosedurnya," jelasnya kepada Bisnis.com saat dikonfirmasi, Jum'at (18/4/2014).

Menurutnya, Kepala Korps Lalu Lintas (Korlantas) telah menunjuk tim panitia lelang yang menangai proses tender pengadaan pelat nomor, sehingga Korlantas dapat menerima komplain dari peserta dan masyarakat umum yang keberatan atas proses lelang.

"Kakorlantas kan menunjuk panitia itu. Jadi dia bisa menerima komplain. Sehingga bisa langsung diketahui, apakah komplainnya wajar, benar, atau mengada-ada," tambahnya.

Koordinator MAKI Boyamin Saiman mengatakan pihaknya melayangkan laporan dugaan penyimpangan kepada kakorlantas, inspektur pengawas umum (Irwasum), dan kapolri agar komplain langsung diterima oleh pimpinan tertinggi di korps lalu lintas dan kepolisian RI.

"Kan, yang kami laporkan itu berkaitan dengan proses tendernya dan yang mengaturnya. Ya lebih baik ke pimpinan tertinggi sekalian," kata Boyamin.

Ronny akan mencari perkembangan pengawasan mengenai dugaan penyimpangan dalam tender senilai Rp 400 miliar. "Irwasum ini pengawas internal, pasti dia sudah kasih perhatian, apalagi komplain tertulis. Saya akan cari tahu, sejauh mana proses pelaksanaan dari Irwasum ini melakukan pengawasan," jelasnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

polri tender
Editor : Fatkhul Maskur

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top