IATA: Kapasitas Rekaman Kotak Hitam Seharusnya di Atas 2 Jam

Industri penerbangan global perlu merevisi kapasitas rekaman kotak hitam agar rekaman data menjadi lebih lengkap menyusul hilangnya pesawat Malaysia Airlines MH370.
John Andhi Oktaveri | 02 April 2014 11:57 WIB
Black Box - wikipedia

Bisnis.com, JAKARTA—Industri penerbangan global perlu merevisi kapasitas rekaman kotak hitam agar rekaman data menjadi lebih lengkap menyusul hilangnya pesawat Malaysia Airlines MH370.

Senior Vice President IATA (Asosiasi Perusahaan Penerbangan Internasional) Kevin Hiatt mengatakan saat ini kapasitas rekaman kotak hitam hanya selama dua jam. Artinya, hanya selama dua jam terakhir yang bisa direkam jika kotak hitam ditemukan setelah pesawat jatuh.

"Investigasi kecelakaan yang lalu sebenarnya fokus pada beberapa menit terakhir percakapan pilot dengan pihak menara pengawas,” ujarnya sebagaimana dikutip AsiaOne.com, Rabu (2/4/2014).

Kesimpulannya kita perlu memodifikasi kotak hitam di masa datang, ujarnya. Sejumlah ahli menyatakan percakapan di ruang kabin pesawat selama beberapa jam masa kritis hingga hilang dari layar radar kemungkinan tidak terekam dalam kotak hitam.

Hal itu terjadi, ujarnya, karena pesawat terus terbang selama beberapa jam setelah terjadi pembelokan arah dan kotak hitam kemungkinan merekam seluruh kegiatan di pesawat, ujarnya.

Pada 25 Maret lalu, Perdana Menteri Malaysia Datuk Seri Najib Tun Razak mengumumkan bahwa pesawat dengan nomor penerbangan MH370 itu hilang dari layar radar saat terbang dari Kuala Lumpur menuju Beijing.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
malaysia, Malaysia Airlines Ditemukan

Sumber : asiaone.com
Editor : Fatkhul Maskur

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top