Investor Global Pertahankan Aset di BRIC Kecuali China

Investor global berbondong-bondong masuk ke dalam exchade-traded fund di saham emerging market kecuali China, untuk mengejar rally saham terpanjang sejak Januari 2013.
Muhammad Abdi Amna | 02 April 2014 18:40 WIB

Bisnis.com, NEW YORK—Investor global berbondong-bondong masuk ke dalam exchade-traded fund di saham emerging market kecuali China, untuk mengejar rally saham terpanjang sejak Januari 2013.

Menurut data yang dikumpulkan oleh Bloomberg, investor menarik bersih sekitar US$42 juta dari ETF yang terfokus pada saham dan obligasi China sejak indeks MSCI Emerging Markets mulai rally pada 20 Maret.

“Investor asing masih gugup dengan apa yang terjadi di China. Ketidakpastian tentang default obligasi menyebabkan orang-orang menjaga dana mereka” kata Robbert Van Batenburg, Direktur Strategi Pasar Newedge Group SA di New York pada Rabu (2/4/2014).

Penarikan dana ETF ini merupakan satu-satunya fenomena yang terjadi pada negara-negara BRIC, atau pasar negara berkembang terbesar yang menjadi lokasi menarik untuk pendanaan investasi seperti di Brazil, India dan Rusia, yang secara gabungan menyerap US$422 juta.

Kenaikan 9,7% pada indeks Hang Seng China Enterprises sejak 20 Maret hingga 1 April, indeks yang menjadi salah satu benchmark utama di dunia, rupanya masih gagal meyakinkan para investor bahwa keadaan terburuk telah berakhir setelah mengalami penurunan 25% dalam 3 tahun terakhir.

Laporan terpisah menunjukkan indeks manufaktur China pada Maret mengalami kontraksi terbesar sejak Juli, hal ini menggarisbawahi pernyataan Perdana Menteri Li Keqiang tentang kesulitan dan risiko yang dialami ketika negara mencoba mengontrol default obligasi dan polusi udara.

Indeks Hang Seng China Enterprises yang melacak saham perusahaan China yang terdaftar di Hong Kong turun 0,6% menjadi 10.027,23 pada Rabu (2/4), menjadikan penurunan tahun ini sebesar 7,3%.

Sementara itu, indeks MSCI Emerging Markets menguat untuk hari kesembilan dengan memperoleh penguatan 0,1% dan mengurangi penurunan tahun ini hingga 0,1%.

Menurut data yang dikumpulkan oleh Bloomberg, arus ETF yang keluar dari China sejak 20 Maret telah mewakili 0,5% dari total aset mereka sebesar US$8,9 miliar. Dengan hitungan mencapai US$800 juta yang telah keluar pada tahun ini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
ekonomi global, bric

Sumber : Bloomberg
Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top