Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

KPK Periksa Kabag Perencanaan Dinkes Bandung untuk Ratu Atut

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil Kepala Bagian Perencanaan Dinas Kesehatan Banten, Suherman, terkait penyidikan kasus proyek pengadaan alat kesehatan (alkes) Banten.
Lukmanul Hakim Daulay
Lukmanul Hakim Daulay - Bisnis.com 18 Februari 2014  |  11:46 WIB
/Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah (RAC)
/Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah (RAC)

Bisnis.com, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil Kepala Bagian Perencanaan Dinas Kesehatan Banten, Suherman, terkait penyidikan kasus proyek pengadaan alat kesehatan (alkes) Banten.

Yang bersangkutan akan diperiksa sebagai saksi dugaan gratifikasi beraroma pemerasan yang dilakukan Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah (RAC).

"Yang bersangkutan diperiksa sebagai saksi RAC," kata Kepala Bagian Pemberitaan dan Informasi KPK, Priharsa Nugraha, ketika dikonfirmasi, Selasa (18/2/2014).

KPK juga memanggil Ahmad Saepudin alias Dini dari swasta dan Yogi selaku pegawai negeri sipil di Dinas Kesehatan Provinsi Banten.

Ketiganya hendak diperiksa sebagai saksi karena diduga mengetahui, pernah mendengar, atau melihat sesuatu yang berkaitan dengan kasus dugaaan gratifikasi orang nomor satu di Banten tersebut.

Ratu Atut ditetapkan sebagai tersangka gratifikasi dalam proyek pengadaan alat kesehatan Banten. Status ini ditetapkan setelah yang bersangkutan ditetapkan sebagai tersangka korupsi proyek alkes.

Sebelumnya, Ratu Atut disangka bersama-sama dengan adiknya, Tubagus Chaeri Wardana, melakukan suap terhadap mantan Ketua Mahkamah Konstitusi, Akil Mochtar, dalam penanganan sengketa pilkada Lebak.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

korupsi alat kesehatan ratu atut
Editor : Nurbaiti
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top