Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Tangisan Airin di KPK

Tidak seperti biasanya, Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany yang biasanya ramah mengumbar senyum, justru terlihat murung dan wajahnya terlihat habis menangis usai menjenguk suaminya Tb Chaeri Wardhana alias Wawan di rutan KPK hari ini, Senin (03/2/2014)
Mia Chitra Dinisari
Mia Chitra Dinisari - Bisnis.com 03 Februari 2014  |  16:28 WIB
Walikota Tangsel - Antara
Walikota Tangsel - Antara

Bisnis.com, JAKARTA— Tidak seperti biasanya, Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany yang biasanya ramah mengumbar senyum, justru terlihat murung dan wajahnya terlihat habis menangis usai menjenguk suaminya Tb Chaeri Wardhana alias Wawan di rutan KPK hari ini, Senin (03/2/2014).

Airin juga enggan menanggapi berbagai pertanyaan Wartawan mengenai kelanjutan kasus yang menimpa suaminya tersebut. Dia langsung pergi meninggalkan gedung KPK tanpa menjawab sejumlah pertanyaan wartawan.

Bahkan, dirinya pun tidak memedulikan adanya unjuk rasa dari sejumlah orang yang mengaku berasal dari komunitas Banten Crisis Center (BCC), yang memprotes Airin karena sering menjenguk suaminya ketimbang menjalankan tugasnya sebagai Walikota Tangsel. Belum diketahui penyebab Airin menangis.

Hingga saat ini, status Airin dalam kasus yang menjerat suaminya dan Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah masih sebagai saksi. Padahal, salah satu kasus yang menjerat Wawan terjadi dibawah kepemimpinan Airin, yakni dalam kasus pengadaan alat kesehatan di Dinkes  Tangsel. Airin sendiri, sudah dua kali diperiksa KPK sebagai saksi untuk tersangka Wawan ataupun Ratu Atut.

Dalam kasus pencucian uang, Wawan disangkakan pasal 3 dan 4 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang.

Selain itu, Wawan juga diduga melanggar Pasal 3 ayat 1 dan atau Pasal 6 ayat 1 serta UU Nomor 15 Tahun 2002 sebagaimana diubah UU Nomor 25 Tahun 2003 tentang Pencegahan dan Pemberantasan TPPU.

Sangkaan lainnya yakni dugaan suap MK sebagai pemberi suap dan diduga melanggar pasal 6 ayat 1 huruf A UU Tipikor juncto pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

Kemudian, dugaan korupsi pengadaan alkes di Tangsel dan dijerat pasal 2 ayat 1 atau pasal 3 Undang-Undang (UU) Nomor 31/1999 sebagaimana diubah dengan UU nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi  juncto pasal 55 ayat 1 ke-1 KUH Pidana.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

banten walikota tangsel
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top