Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Jangan Lupakan Kontribusi Islam bagi Peradaban Dunia

Sumbangsih ajaran Islam terhadap peradaban dunia yang berfaat besar bagi masyarakat modern justru belum banyak difahami oleh sebagian pemeluk agama tersebut karena keterbatasan aksesnya.
Nurudin Abdullah
Nurudin Abdullah - Bisnis.com 03 Januari 2014  |  17:41 WIB
 Astronom Islam Al-Battani - Famousscientist.org
Astronom Islam Al-Battani - Famousscientist.org

Bisnis.com, JAKARTA - Sumbangsih ajaran Islam terhadap peradaban dunia yang berfaat besar bagi masyarakat modern justru belum banyak difahami oleh sebagian pemeluk agama tersebut karena keterbatasan aksesnya.

Sementara itu, sebagian ulama, pemikir dan sarjana muslim yang berhasil mendorong perkembangan sains, tetapi tidak memiliki visi peradaban Islam sehingga tanpa mereka sadari telah melahirkan sekulerisme atau dikotomi.

Padahal, agama Islam memiliki ajaran yang berpotensi besar dapat membangun peradaban yang independen, unik dan komprehensif sehingga banyak bergun bagi peradaban dunia dan kemanusiaan.

Tubagus Wahyudi, pengurus Himpunan Mahasiswa Pascasarjana Institut Perguruan Tinggi Ilmu Al Quran Jakarta, mengatakan kesadaran akan pentingnya pengenalan dan pemahaman visi peradaban Islam tersebut harus ditumbuh kembangkan di lingkungan umat muslim.

“Maka, kesadaran akan pentingnya pengenalan dan pemahaman visi peradaban Islam tersebut menjadi fokus bahasan dalam seminar bertema General Scientific Reason of Quranic Civilization,” katanya di Jakarta, Jumat (3/1/2013).

Seminar yang digelar di Istitus PTIQ Jakarta itu, menurutnya, untuk menumbuh-kembangkan kesadaran akan pentingnya pengenalan dan pemahaman visi peradaban Islam dalam menghadapi fenomena perkembangan zaman ,terutama yang berkaitan dengan sains dan teknologi.

Sebab, banyak pihak yang memiliki visi peradaban Islam tetapi kurang mendalami cara kerja dan etos ilmiah ilmuwan atau filusuf Muslim sehingga terjadi kelamahan metodologi bahkan kehilangan akar sejarahnya.

Untuk itulah pentingnya kajian mengenai peradaban Islam yang antara lain dibahas oleh Nazaruddin Umar Rektor Institut PTIQ Jakarta,  Hojjatollah EbrahimianCultural Counselor of the Islamic Republic of Iran, Ali Unsal dariFethullah Gulen Chair Turki dan Husain Heriyantopenulis buku "Menggali Nalar Saintifik Peradaban Islam".

Tubagus menjelaskan salah satu akar dari peradaban dunia yang bermanfaat bagi kepentingan dunia dan kemanusiaan adalah ditetapkannya patokan waktu oleh astronomi muslim Al-Battani atau Albatenius yang lahir di Battan, Harran Suriah pada 858 Masehi.

Adapun buah astronom bernama lengkap Abu Abdullah Muhammad ibn Jabir ibn Sinan ar-Roggi al-Harrani as-Sabi al-Battani itu antara lain tentang lamanya bumi mengelilingi pusat tata surya dalam waktu 365 hari, 5 jam, 46 menit dan 24 detik.

Selain itu, lanjutnya, Al-Battani juga mengubah sistem perhitungan lama yang membagi satu hari ke dalam 60 bagian, menjadi hanya 12 bagian (jam), dan setelah ditambah 12 jam waktu malam sehingga berjumlah 24 jam.

Dia menjelaskan teman Al-Battani kemudian diambil alih para astronom Eropa, dan karena Eropa menguasai perkembangan sains astronomi modern sejak abad 17 Masehi, maka patokan satu hari 24 jam menjadi populer hingga sekarang.

Dengan demikian, hasil observasi astronomi Al-Battani selama 42 tahun itu dianggap memiliki ketepatan yang luar biasa, dalam menentukan koefisien astronomis dengan hasil yang sangat dekat dengan perhitungan modern.

Sosok Al-Battani merupakan salah satu dari para ilmuan muslim seperti Al-Khwarizmi ( 780 - 863 M ), Abu al-Wafa', Umar Khayyam, al-Biruni, Ibn al-Haitsam, Jabir bin Hayyan, Zakariyya al-Razi, Ibn Sina, yang menghidupkan dimensi kreatif bidang sains, seni, budaya, filsafat dan tasawuf  yang bersumber dari ajaran Islam.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

peradaban islam institute perguruan tinggi ilmu al quran al-battani
Editor : Bambang Supriyanto
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top