Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Prospek Bisnis Properti Singapura Meredup

Pengembang Singapura mencatat kinerja terburuk dalam indeks benchmark Straits Times tahun ini setelah mencatat kenaikan terbesar pada 2012 menyusul pembatasan bisnis properti yang memicu rendahnya penjualan rumah dan memperlambat kenaikan harga.
Rustam Agus
Rustam Agus - Bisnis.com 30 Desember 2013  |  11:27 WIB

Bisnis.com, SINGAPURA--Pengembang Singapura mencatat kinerja terburuk dalam indeks benchmark Straits Times tahun ini setelah mencatat kenaikan terbesar pada 2012 menyusul pembatasan bisnis properti yang memicu rendahnya penjualan rumah dan memperlambat kenaikan harga.

Saham properti di Singapura, peringkat kota paling mahal untuk membeli sebuah rumah mewah di Asia setelah Hong Kong, diprediksi terus melemah tahun depan setelah pemerintah mengambil langkah untuk meredam kenaikan harga.

Broker Chesterton Singapore Pte memperkirakan penjualan rumah menurun 10% pada 2014 sementara harga diperkirakan juga melemah untuk pertama kalinya dalam 2 tahun.

Pelemahan bisnis properti termasuk bea materai dan pajak lainnya atas pembelian rumah, juga dipicu penilaian lebih rendah oleh Citigroup Inc dan UBS AG terhadap pengembang perumahan kota dalam 2 bulan terakhir.

CapitaLand Ltd dan Kota Perkembangan Ltd, dua pengembang terdaftar terbesar termasuk di antara tiga pemain dengan indeks terburuk setelah berada di atas sejak 10 tahun.

"Pengembang properti Singapura telah keluar dari trend untuk beberapa waktu," kata Tim Gibson, kepala ekuitas properti Asia di Henderson Global Investors Ltd yang mengelola sekitar $117 miliar secara global.

Pihaknya, berhati-hati atas pengembang perumahan mengingat trend permintaan telah didinginkan banyak kebijakan pemerintah.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

singapura pengembang singapura properti singapura

Sumber : Bloomberg

Editor : Rustam Agus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top