Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Cimahi Diminta Negosiasi Ulang Pinjaman Bank Dunia

Pemerintah Kota Cimahi didesak melakukan renegosiasi utang ke Bank Dunia terkait pinjaman sebesar Rp12 miliar untuk pembangunan Pasar Atas Baru (PAB) yang tak kunjung beroperasi.
Kontributor
Kontributor - Bisnis.com 17 Desember 2013  |  17:02 WIB

Bisnis.com, CIMAHI - Pemerintah Kota Cimahi didesak melakukan renegosiasi utang ke Bank Dunia terkait pinjaman sebesar Rp12 miliar untuk pembangunan Pasar Atas Baru (PAB) yang tak kunjung beroperasi.

Wakil Ketua DPRD Kota Cimahi Achmad Zulkarnaen mengatakan dengan belum beroperasinya pasar tersebut dipastikan akan membebani keuangan daerah, karena harus membayar cicilan hingga 20 tahun ke depan, dengan total angsuran mencapai Rp19 miliar.

"Harus segera dilakukan renegosiasi agar tidak membebani keuangan daerah. Jangan sampai masalah ini terus dibiarkan," katanya, Selasa (17/12/2013).

Dia menjelaskan dalam 5 tahun pertama sejak perjanjian pinjaman, Pemkot Cimahi diharuskan membayar bunga Rp1,2 miliar. Pada tahun keenam harus membayar pokok utang Rp12 miliar. "Kalau dihitung secara keseluruhan memang hampir mencapai dua kali lipat. Saya kira sangat disayangkan proyek ini tidak dimaksimalkan," ujarnya.

Menurut dia, dengan APBD Cimahi yang sudah menyentuh Rp1 triliun lebih baik segera melakukan pelunasan terhadap utang tersebut. Hal ini penting untuk menjaga kepercayaan yang telah diberikan Bank Dunia.

Setelah pinjaman tersebut dilunasi, pemkot harus segera memikirkan cara menarik pedagang untuk mau menggunakan lapak yang telah disediakan untuk menampung PKL tersebut. "Jangan sampai gedung yang dibangun dengan biaya mahal, justru tidak berpenghuni," tegasnya.

Anggota Komisi II DPRD Kota Cimahi Nurhasan menjelaskan proyek pembangunan PAB merupakan bagian dari program antara Pemerintah Indonesia dengan Bank Dunia. Pinjaman dari Bank Dunia digelontorkan ke beberapa daerah, salah satunya Kota Cimahi.

Menurut dia, pengelola PAB harus bertanggungjawab apabila proyek pembangunan itu gagal karena hanya menyedot APBD selama 20 tahun, tanpa memberikan pemasukan terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Sampai tahun ini, Pemkot Cimahi telah menyalurkan anggaran Rp18 miliar untuk investasi di PAB. Janji, pengelola yang ditangani BUMD PD Jati Mandiri akan memberikan keuntungan setelah 25 tahun pembangunan PAB, semakin berat terealisasi. (Hedi Nata)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bank dunia hutang
Editor : Fatkhul-nonaktif

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top