Wapres AS Bahas Zona Udara China & Masalah Korut

Wakil Presiden Amerika Serikat Joe Biden Minggu bertolak ke Asia Timur Laut dalam perjalanan yang diperkirakan akan fokus pada pengurangan ketegangan militer regional yang meningkat dengan adanya deklarasi zona udara baru Beijing.
Sepudin Zuhri | 02 Desember 2013 09:21 WIB
/Reuters

Bisnis.com, WASHINGTON - Wakil Presiden Amerika Serikat Joe Biden Minggu bertolak ke Asia Timur Laut dalam perjalanan yang diperkirakan akan fokus pada pengurangan ketegangan militer regional yang meningkat dengan adanya deklarasi zona udara baru Beijing.

Zona udara baru tersebut bermaksud untuk memasukkan pulau-pulau yang disengketakan di Laut China Timur.

Biden berencana untuk tiba di Tokyo pada Senin (waktu setempat) dan ke Beijing pada Rabu, kemudian tiga hari berada di Seoul.

"Jelas, kunjungan ke China membuat kesempatan bagi wakil presiden untuk membahas langsung dengan pembuat kebijakan di Beijing masalah itu, untuk menyampaikan keprihatinan kami langsung dan untuk mencari kejelasan mengenai niat China dalam membuat langkah itu pada saat ini," kata seorang pejabat senior pemerintahan Obama sebelumnya mengenai latar belakang kunjungan itu.

China mengumumkan zona identifikasi pertahanan udara baru (ADIZ) di atas Laut China Timur pada akhir bulan lalu, langkah yang tampaknya ditujukan untuk memperkuat klaimnya atas pulau Senkaku (Dioyutai) yang dikendalikan oleh Jepang.

Zona tumpang tindih dengan ADIZ juga melibatkan Korea Selatan, Jepang dan Taiwan, memicu reaksi kuat dari negara-negara tersebut.

Biden diperkirakan akan mengangkat masalah ini dalam pembicaraan bilateral dengan Presiden China Xi Jinping dan Perdana Menteri Li Keqiang.

Pada kunjungan ke Korea Selatan dan Jepang, Biden akan menjamin sekutu komitmen keamanan Washington, kata pejabat itu.

Center For Strategic and International Studies, sebuah think tank Washington, menunjukkan bahwa masalah ADIZ akan berada di bagian teratas agenda.

"Ini akan menjadi penting bagi Amerika Serikat untuk mengkoordinasikan respon dengan sekutu dan mitra di wilayah tersebut, untuk memastikan bahwa Beijing mengakui eskalasi sepihak yang bertentangan dengan kepentingan China," katanya dalam sebuah catatan email.

Masalah Korea Utara, bersama dengan pembicaraan pimpinan pada Kemitraan Trans-Pasifik, juga cenderung tinggi pada agenda pertemuan Biden dengan para pemimpin Korea Selatan, China dan Jepang.

Di Seoul, dia dijadwalkan bertemu dengan President Park Geun-hye dan Perdana Menteri Chung Hong-won dan menyampaikan pidato di Universitas Yonsei mengenai aliansi Seoul- Washington yang menandai ulang tahun ke-60 tahun ini.

Tag : amerika serikat, korea utara
Editor : Sepudin Zuhri

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top