Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

PLN Kaltim dan Kaltara Tambah Daya Hingga 182 MW

PT PLN (Persero) Wilayah Kalimantan Timur dan Utara menambah pembangkit berkapasitas 2x50 MW guna meningkatkan daya mampu di Sistem Mahakam yang selama ini sering mengalami defisit pada saat beban puncak.

Bisnis.com, BALIKPAPAN - PT PLN (Persero) Wilayah Kalimantan Timur dan Utara menambah pembangkit berkapasitas 2x50 MW guna meningkatkan daya mampu di Sistem Mahakam yang selama ini sering mengalami defisit pada saat beban puncak.

Manager Area PT PLN (Persero) Area Balikpapan Priyo Wurianto mengatakan tambahan pembangkit tersebut akan masuk ke dalam jaringan secara bertahap mulai akhir bulan ini hingga pertengahan Desember 2013.

Penambahan pembangkit ini, jelasnya, akan meningkatkan daya mampu Sistem Mahakam yang melayani Kota Balikpapan, Samarinda, dan Tenggarong menjadi 410 MW.

“Jadi kalau beban puncak yang mencapai 320 MW, nanti bisa tertangani semuanya dengan pembangkit PLN,” ujarnya kepada Bisnis, Jumat (29/11/2013).

Selama ini, lanjut Priyo, pelanggan besar atau captive harus keluar dari Sistem Mahakam saat beban puncak, supaya PLN mampu melayani seluruh pelanggan rumah tangga.

Selain pelanggan captive harus keluar dari sistem, imbuhnya, pelanggan biasa juga masih harus mengalami pemadaman ketika beban puncak.

“Adanya penambahan daya ini akan meminimalisir terjadinya pemadaman akibat kekurangan daya seperti yang terjadi selama ini,” katanya.

Selain adanya tambahan daya 2x50 MW, juga akan ada tambahan sekitar 2x41 MW dari PLTG Senipah yang dijadwalkan aktif pada pertengahan Desember tahun ini, sehingga akan meningkatkan layanan PLN dalam upaya menaikkan rasio elektrifikasi di wilayah Kaltim dan Kaltara.

Ketua Dewan Pengurus Provinsi Apindo Kaltim M. Slamet Brotosiswoyo berharap tambahan daya tersebut bisa secepatnya direalisasikan, sehingga pelanggan captive yang selama ini tidak bisa sepenuhnya menikmati layanan PLN, bisa segera masuk ke dalam Sistem Mahakam.

Selama ini, imbuhnya, pelaku usaha harus mengalokasikan tambahan biaya operasional hingga 30% untuk bahan bakar pembangkit listrik sendiri.

“Kalau mau ditambah [daya listrik PLN] bagus itu. Selama ini, kami harus menyalakan genset untuk listrik dan itu menambah biaya operasional kami,” katanya.

Pelaku usaha, kata Slamet, selalu mendapatkan bagian yang tidak menguntungkan akibat layanan listrik yang tidak tertata dengan baik. Selain harus membayar beban dengan tarif yang lebih tinggi, jelasnya, penggunaan listriknya pun diatur kapan harus masuk ke dalam sistem atau harus keluar dari sistem.

Menurutnya, PLN harus terus meningkatkan kualitas pelayanan, baik kepada pelanggan rumah tangga maupun pelanggan bisnis. Dengan adanya kenaikan tarif dasar listrik yang dilakukan setiap tahun, katanya, seharusnya bisa mendukung upaya PLN untuk meningkatkan kualitas layanan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Editor : Nurbaiti
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper