Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Fenomena Miley: Penggemar Kasih Hadiah Rokok

Bisnis.com, JAKARTA—Salah satu hal yang menjengkelkan menjadi seorang selebritis adalah kebanjiran hadiah yang tidak disukai dari para penggemarnya.  
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 12 September 2013  |  11:19 WIB

Bisnis.com, JAKARTA—Salah satu hal yang menjengkelkan menjadi seorang selebritis adalah kebanjiran hadiah yang tidak disukai dari para penggemarnya.  

Kondisi itulah yang dialami Miley Cyrus, penyanyi Wreckling Ballyang lagi naik daun akibat video musiknya mencatat rekor hit rate terbanyak dalam 24 jam. Poisis itu berhasil merebut rekor yang selama ini dipegang oleh kelompok boy band One Direction. Bayangkan video kontroversi itu diunduh pengunjung lebih dari 12,3 juta kali dalam satu hari di YouTube dengan platform Vevo.

Miley pun mengaku tidak menyukai hadiah yang dikirim penggemarnya berupa boneka Teddy Bear, cokelat, dan pakaian. Agaknya karena alasan itu pulalah kali ini penggemarnya memberika hadiah yang berbeda, yakni berupa sebungkus rokok untuk bintang yang berani tampil semi porno tersebut.

Entah berupa sindiran, atau tidak, yang jelas para penggemar tidak menyebutkan mengapa Miley dihadiahi rokok. Mengapa tidak berupa permen karet? Dalam tampilan videonya yang nyaris telanjang Miley tampak mengunyah permen karet.

Pada beberapa adegan lainnya wanita itu tampak bergelayut pada rantai besi sambil memainkan wreckling ball. Para penggemarnya itu, sebagaimana dikutip mirror, co.uk, Kamis (12/9/2013), berharap Miley akan  bisa menerima hadiah rokok dengan senang hati.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Harga Rokok miley cyrus video musik

Sumber : www.mirror.co.uk

Editor : Fatkhul Maskur
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top