Krisi Mesir: Pendukung Siap Mati Demi Mursi

Bisnis.com, JAKARTA— Pemerintah dan penguasa militer di Mesir meminta pendukung presiden terguling, Mohamed Mursi yang melakukan aksi protes untuk membubarkan diri dan membongkar tenda-tenda tempat mereka berkumpul.
John Andhi Oktaveri | 02 Agustus 2013 08:34 WIB

Bisnis.com, JAKARTA— Pemerintah dan penguasa militer di Mesir meminta pendukung presiden terguling, Mohamed Mursi yang melakukan aksi protes untuk membubarkan diri dan membongkar tenda-tenda tempat mereka berkumpul.

Peringatan itu disampaikan juru bicara Kementerian Dalam Negeri, Hany Abdel Latif melalui siaran televisi nasional. Aparat keamanan menjamin keselamatan ribuan pelaku aksi protes kalau berhenti melakukan aksi. Rabu lalu pemerintah mengumumkan akan mengambil langkah tegas menghentikan aksi protes tersebut.

Utusan uni Eropa, Bernardino Leon, yang berupaya meredakan ketegangan politik di Kairo mengatakan Uni Eropa tidak setuju dengan tindak kekerasan dalam menghentikan aksi protes tersebut. Menurutnya, kalau langkah itu diambil maka dunia internasional akan mempertanyakannya, menurut laporan stasiun televisi  Al-Hayat sebagaimana dikutip Reuters, Jumat (2/8/2013).

Sejak militer menggulingkan Mursi pada 3 Juli lalu, aparat kepolisian menahan sejumlah pemimpin Ikhwanul Muslimiun dengan alasan memicu kerusuhan. Sedikitnya 80 orang tewas akibat tembakan pihak aparat keamanan yang mengakibatkan akselerasi kerusuhan di negara tersebut.

Hingga kini pelaku aksi protes terus membangkang atas perintah tersebut. Tenda-tenda mereka dibentengi dengan onggokan pasir dan batu-batuan sebagai senjata pertahanan, terutama di kamp Rabaa al-Adawiya.

"Kami siap mati demi keabsahan pemerintahan Mursi. Serangan bisa terjadi setiap saat,” ujar Mohamed Saqr, seorang aktivis Ikhwanul Muslimin yang menjaga gerbang menuju kamp tersebut. (ltc)

 

Sumber : Reuters

Tag : krisis mesir, mursi
Editor : Linda Teti Silitonga

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top