Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ramadan Mubarak: Anda Hafal Alquran, Gratis Biaya Kuliah di UIN Maliki

Bisnis.com, MALANG - Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang, Jawa Timur membebaskan biaya kuliah bagi para penghafal Alquran, minimal lima juz. Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim (Maliki) Prof Dr Mudjia Raharjo
News Editor
News Editor - Bisnis.com 31 Juli 2013  |  08:54 WIB

Bisnis.com, MALANG - Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang, Jawa Timur membebaskan biaya kuliah bagi para penghafal Alquran, minimal lima juz.

Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim (Maliki) Prof Dr Mudjia Raharjo di Malang, Rabu, mengatakan mahasiswa penghafal Alquran yang sudah menikmati kuliah gratis ini jumlahnya sekitar 2.000 orang.

"Jumlah mahasiswa yang bebas biaya kuliah sebanyak 2.000 ini adalah 10% dari jumlah mahasiswa secara keseluruhan. Kita memberikan penghargaan bagi mereka yang mempunyai kemampuan lebih sebagai penghafal Alquran," tegasnya.

Selain para penghafal Alquran, katanya, UIN Maliki juga memberikan beasiswa bagi mahasiswa kurang mampu sekitar lima persen dari jumlah seluruh mahasiswa, khususnya mahasiswa baru. Beasiswa tersebut di luar beasiswa Bidikmisi.

Kuota penerima beasiswa selain Bidikmisi dan penghafal Alquran tersebut, kata Mudjia, juga sekitar 2.000 mahasiswa. Anggaran beasiswa di luar Bidikmisi itu berasal dari kerja sama dengan berbagai pihak.

Menyinggung uang kuliah tunggal (UKT) yang diberlakukan bagi mahasiswa baru, Mudjia mengatakan ada tiga kategori, yakni kategori I besaran SPP-nya hanya Rp400 ribu/semester, kategori II sebesar Rp1,5 juta dan kategori III sebesar Rp2,250 juta/semester.

Menurut dia, selain SPP tidak ada lagi pungutan lainnya, seperti uang gedung. Sehingga, dengan hanya menyiapkan dana sebesar Rp3,2 juta saja, mahasiswa bisa kuliah sampai selesai dan meraih gelar sarjana (S1).

Dengan biaya yang relatif terjangkau tersebut, tegasnya, tidak ada alasan lagi bagi masyarakat kurang mampu tidak bisa kuliah. "Sekarang tidak ada lagi warga kurang mampu tidak bisa kuliah karena alasan biaya," kata Mudjia, menandaskan.

Untuk menutup biaya operasional perkuliahan (kampus), lanjutnya, sudah ada bantuan operasional perguruan tinggi negeri (BOPTN) sebesar Rp23 miliar, sehingga tidak ada masalah terkait biaya tersebut.

Mengenai mahasiswa baru yang sudah terlanjur membayar seperti aturan lama antara Rp5 juta hingga Rp7 juta, Mudjia mengatakan, masih akan dibicarakan kembali dengan orang tua, sebab peraturan terkait UKT itu turunnya setelah daftar ulang mahasiswa baru.

"Setelah Lebaran nanti kami akan mengundang orang tua mahasiswa. Selain untuk silaturrahim juga untuk membicarakan masalah dana yang sudah terlanjur dibayarkan, apakah nanti akan ditarik (diminta kembali) atau tetap dibayarkan untuk semester berikutnya," katanya. (Antara)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

biaya kuliah alquran uin maliki
Editor : Bambang Supriyanto

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top