Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

PBB Remehkan Efek Kesehatan dari Radiasi Nuklir

Bisnis.com, NEW YORK - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menerima kritik keras dari para ahli medis dan anggota masyarakat sipil, karena dinilai menyepelekan dampak radioaktif akibat ledakan pembangkit listrik tenaga nuklir Fukushima pascasunami Jepang
Farodlilah Muqoddam
Farodlilah Muqoddam - Bisnis.com 19 Juli 2013  |  20:35 WIB

Bisnis.com, NEW YORK - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menerima kritik keras dari para ahli medis dan anggota masyarakat sipil, karena dinilai menyepelekan dampak radioaktif akibat ledakan pembangkit listrik tenaga nuklir Fukushima pascasunami Jepang pada 2011.

Pada Mei 2013, Komite Ilmiah PBB tentang Efek Radiasi Atom (UNSCEAR) menyatakan bahwa paparan radiasi setelah bencana nuklir Fukushima tidak menimbulkan risiko kesehatan baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.

Laporang UNSCEAR tersebut memperkuat laporan WHO yang diterbitkan pada Februari lalu, yang juga menaksir rendahnya risiko kesehatan setelah bencana Fukushima. Badan kesehatan PBB tersebut bahkan mengingatkan perlunya penelitian jangka panjang untuk mempelajari kembali risiko kanker bagi warga Jepang setelah kejadian tersebut.

“Saya pikir itu menggelikan, karena nyatanya ada efek kesehatan. Banyak orang mengalami sakit radiasi akut, termasuk hidung berdarah, rambut rontok, mual, dan diare,” kata Helen Caldicott, seorang dokter yang juga aktivis sebagaimana dikutip Inter Press Service (IPS), Jumat (19/7/2013).

Sementara itu, dua pembangkit nuklir di Indian Point Energy Centre  yang berlokasi sekitar 60 kilometer dari markas PBB di New York, sedang mengajukan izin baru.

Pada kritikus menilai pembangunan pembangkit listrik tersebut berpotensi meningkatkan kadar radioaktif di wilayah tersebut. Terlebih, posisinya yang terletak di atas dua jalur patahan membuatnya lebih rentan terhadap bahaya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bencana nuklir radiasi nuklir

Sumber : Inter Press Service

Editor : Sepudin Zuhri
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

Foto

BisnisRegional

To top