Kasus Hambalang: Andi Malarangeng Diperiksa 4 Jam

Bisnis.com, JAKARTA— Usai diperiksa selama kurang lebih empat jam, mantan Menpora sekaligus tersangka kasus korupsi pembangunan sarana dan sarana olahraga Hambalang, Andi Malarangeng mengaku diminta mengonfirmasi atas informasi baru temuan
Mia Chitra Dinisari
Mia Chitra Dinisari - Bisnis.com 19 Juli 2013  |  14:15 WIB

Bisnis.com, JAKARTA— Usai diperiksa selama kurang lebih empat jam, mantan Menpora sekaligus tersangka kasus korupsi pembangunan sarana dan sarana olahraga Hambalang, Andi Malarangeng mengaku diminta mengonfirmasi atas informasi baru temuan KPK.

Andi yang datang ke KPK berkemeja batik panjang berwarna biru itu, terlihat santai menjawab pertanyaan wartawan mengenai pemeriksaannya hari ini.

Namun, pria berkumis itu enggan menjelaskan secara rinci informasi apa yang ditanyakan oleh penyidik KPK tersebut.

"Saya hanya diminta mengonfirmasi, mengklarifikasi, dan menjelaskan informasi baru yang diterima KPK, dan saya jawab sesuai dengan apa yang saya tahu dan tidak ketahui," ujar Andi usai diperiksa KPK, Jumat (19/7/2013).

Tidak seperti dalam pemanggilan sebelumnya, Andi juga kali ini tidak mau banyak berkomentar mengenai pemeriksaannya itu. Dia hanya sesekali menjawab pertanyaan wartawan dengan senyuman.

"Sudah itu aja dulu ya," ujar Andi sambil berlalu menuju mobilnya.

Andi juga tidak mau berkomentar mengenai keterlibatan atau peran dari seorang perempuan bernama Pur dalam kasus Hambalang tersebut.

Dia hanya mau menjelaskan pemeriksaannya kali ini dirinya sebagai saksi untuk tersangka Deddy Kusdinar,mantan Kabiro Perencanaan Kemenpora, dan Tubagus Muhammad Noor, mantan Manager Operasional PT Adhi Karya Tbk.

Andi tiba di gedung KPK pagi tadi sekitar pukul 08.00wib, dan keluar sekitar pukul 11.50 wib. Setelah memberikan keterangan pada wartawan, dia langsung memasuki mobil yang membawanya yakni Toyota Hiace dengan nomor polisi B 7469 II.

Dalam kasus itu, KPK menetapkan Andi Alfian Malarangeng, sebagai tersangka, dan disangkakan pasal Pasal 2 ayat 1, pasal 3 Undang-undang No 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah pada UU No 20 tahun 2001 jo pasal 55 ayat ke (1) ke-1 KUHP. (ltc)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
andi mallarangeng

Editor : Linda Teti Silitonga

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top