Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Anomali Cuaca, Produksi Jamur di Jabar Anjlok 73%

Bisnis.com, BANDUNG—Produksi seluruh jenis jamur di Jawa Barat pada tahun ini hanya ditargetkan 2,24 juta kg, anjlok dratis 73,49% dibandingkan dengan produksi pada 2012 sebanyak 8,45 juta kg.Kepala Seksi Sayuran Dinas Pertanian dan Pangan (Disperta)
News Editor
News Editor - Bisnis.com 14 Juli 2013  |  15:15 WIB

Bisnis.com, BANDUNG—Produksi seluruh jenis jamur di Jawa Barat pada tahun ini hanya ditargetkan 2,24 juta kg, anjlok dratis 73,49% dibandingkan dengan produksi pada 2012 sebanyak 8,45 juta kg.

Kepala Seksi Sayuran Dinas Pertanian dan Pangan (Disperta) Jabar Mimin R. Pakih menjelaskan anjloknya produksi jamur tersebut akibat cuaca buruk yang membuat kumbung (rumah jamur) rusak.

“Kondisi ini jelas merugikan disaat permintaan sedang tinggi-tingginya,” katanya, Minggu (14/7).

Dia mengemukakan hingga saat ini banyak kumbung milik petani jamur yang belum diperbaiki karena membutuhkan modal besar.

Untuk memperbaiki kumbung tersebut, katanya, petani harus berurusan dengan perbankan sebagai penyedia modal. “Untuk pinjaman pun petani terkendala dengan jaminan. Petani harus mengeluarkan modal sekitar Rp9 juta untuk membuat satu kumbung yang berisi 5.000 log jamur,” katanya.

Dia menambahkan luas lahan budidaya jamur milik petani untuk semua jenis jamur di Jabar menyusut drastis, tinggal 607.571 m2 dibandingkan dengan tahun lalu berdasarkan angka 2.378.171 m2.

Meskipun terjadi penyusutan luas lahan, katanya, produktivitas jamur pada tahun ini naik menjadi 3,69 kg per m2 dibandingkan dengan tahun lalu 3,56 per kg per m2.

Sementara itu, jamur biasanya rentan dengan daya tahan. Biasanya jamur hanya mampu bertahan hingga satu minggu.

Mimin berharap ada teknologi yang mampu membuat umur jamur menjadi lebih lama.

“Selain itu kami juga mengupayakan petani untuk mampu membuat produk olahan dibandingkan dengan menjual mentah sehingga produk yang dijual lebih tahan lama dan bernilai jual lebih tinggi.”

Sementara itu, Masyarakat Agribisnis Jamur Indonesia (MAJI) Kabupaten Bandung memprediksikan tahun ini produksi jamur tiram akan turun hingga 20% atau hanya mencapai 438 ton per tahun dibandingkan dengan produksi tahun lalu 547,5 ton.

Ketua MAJI Kabupaten Bandung Kuswana mengemukakan penurunan produksi jamur tiram akibat cuaca ekstrem sehingga pertumbuhan kurang baik.

MAJI mencatat produksi jamur tiram pada semester I/2013 hanya 200 ton atau turun 20% dari semester I/2012 sekitar 250 ton, dengan luas lahan 50 hektare.

Menurutnya, jika kondisi cuaca terus ekstrem maka produksi jamur tiram pada akhir tahun tidak akan jauh berbeda dengan penurunan semester I.

“Jika cuaca terus ekstrem pasti berimbas lebih buruk lagi terhadap produktivitas jamur.”

Pada perkembangan lain, kurangnya dukungan dari pemerintah terhadap para petani jamur khususnya jamur merang di Jabar menyebabkan minimnya hasil produksi di musim yang tidak menentu seperti ini.

Entang Sastraatmadja, Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) wilayah Jabar mengungkapkan beberapa petani yang paham akan rumah jamur tentu tidak terkendala dengan permasalahan cuaca.

"Mereka yang memanfaatkan pelestarian rumah jamur pastinya tahu bagaimana prinsip dan pengelolaan produksi jamur dengan tingkat permintaan yang tinggi," katanya.

Dia mengungkapkan petani yang masih belum terlalu paham mengelola jamur secara profesional membuat mereka menganggap jamur bukan sebagai mata pencaharian utama.

Padahal, permintaan yang terus tinggi didukung dengan kampanye konsumsi jamur yang bermanfaat menjadi peluang bagi para petani jamur.

"Intinya masalah produksi akibat cuaca ini sudah sejak lama dan akan terus ada selagi para pemerintah tidak memerhatikan petani jamur ini," ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jabar jamur produksi jamur

Sumber : Adi Ginanjar/Ria Indrhyani/Wandrik Panca Adiguna

Editor : Bambang Supriyanto
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

BisnisRegional

To top