Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

KRISIS SURIAH : 11 Negara Sepakat Pasok Senjata ke Pemberontak

BISNIS.COM, DOHA—Negara-negara Barat dan Arab yang menentang Presiden Bashar al-Assad sepakat untuk berunding di Qatar pada Sabtu (22/6), untuk memberikan bantuan militer darurat kepada pemberontak Suriah dan menyalurkannnya lewat komando militer
Winda Rahmawati
Winda Rahmawati - Bisnis.com 23 Juni 2013  |  13:06 WIB

BISNIS.COM, DOHA—Negara-negara Barat dan Arab yang menentang Presiden Bashar al-Assad sepakat untuk berunding di Qatar pada Sabtu (22/6), untuk memberikan bantuan militer darurat kepada pemberontak Suriah dan menyalurkannnya lewat komando militer yang didukung Barat.

Para menteri dari 11 negara utama yang menggagas kelompok Sahabat Suriah itu sepakat untuk menyediakan semua peralatan dan perlengkapan perang yang dibutuhkan untuk pihak oposisi di daratan, masing-masing negara dengan caranya sendiri dalam mendukung para pemberontak Suriah.

Ke-11 negara yang melakukan pertemuan dan perundingan di Qatar, yang dihadiri oleh para menteri dan pejabat senior itu , a.l. Prancis, Jerman, Mesir, Italia, Jordania, Qatar, Arab Saudi, Turki, Uni Emirat Arab, Inggris, dan Amerika Serikat.

Mereka juga mengutuk campur tangan milisi Hizbullah dan pejuang dari Iran dan Irak, serta menuntut mereka agar segera mundur.

Gerilyawan dari Syiah Lebabon organisasi pro Hizbullah Iran memelopori perebutan kembali kota perbatasan strategis Qusair, dari pemberontak Muslim Sunni dua minggu lalu.

Hizbullah dan orang-orang bersenjata Syiah Irak juga masih bertempur di sekitar tempat suci Syiah Sayyib Zainab, selatan Damaskus.

Sementara para komandan militer Iran diyakini berupaya memberikan nasihat kepada para pejabat Assad mengenai kontra serangan melawan pemberontak.

Para menteri mengatakan bahwa meningkatnya konflik sektarian dan campur tangan asing mengancam persatuan Suriah dan memperluas konflik di seluruh wilayah.

Mereka juga mengungkapkan keprihatinan yang kuat dengan adanya peningkatan unsur-unsur teroris dan berkembangnya radikalisasi di Suriah.

Teheran, yang menegaskan mendukung Assad baik secara ekonomi maupun politik, mengkritiki para peserta negara dalam pertemuan di Doha.

"Jika pertemuan mengarah pada senjata yang diperuntukkan ke tangan tentara bayaran dan teroris di Suriah, ini sama saja memperpanjang pembunuhan di Suriah dan membawa kehancuran, kami menentangnya," kata kantor berita ISNA, Iran, mengutip perkataaan Menteri Luar Negeri Ali Akbar, Minggu (23/6/2013).

Namun ironisnya, Perdana Menteri Sheikh Hamd bin Jassim al-Thani dari Qatar, yang bersama dengan Arab Saudi menjadi salah satu pendukung Arab paling terbuka terhadap pemberontak anti-Assad, mengatakan bahwa pemasokan senjata kepada pemberontak adalah satu-satunya cara untuk menyelesaikan konflik.

"Kekuatan adalah perlu untuk mencapai keadilan. Dan pemberian senjata adalah adalah satu-satunya cara untuk mencapai perdamaian dalam kisruh Suriah," katanya.

Sumber : reuters

Editor : Fatkhul Maskur
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top