Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

KASUS CEBONGAN: Kontras Minta Pelaku tak Divonis Mati

BISNIS.COM,JAKARTA—Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) mengharapkan oknum pelaku penyerangan Lembaga Pemasyarakatan (LP) Cebongan, 12 anggota Kopassus Grup 2/ Kandang Menjangan Kertasura, tak divonis hukuman mati. 
Winda Rahmawati
Winda Rahmawati - Bisnis.com 20 Juni 2013  |  17:47 WIB
KASUS CEBONGAN: Kontras Minta Pelaku tak Divonis Mati
Bagikan

BISNIS.COM,JAKARTA—Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) mengharapkan oknum pelaku penyerangan Lembaga Pemasyarakatan (LP) Cebongan, 12 anggota Kopassus Grup 2/ Kandang Menjangan Kertasura, tak divonis hukuman mati. 

"Saya pikir keadilan bukan sekedar pelakunya dihukum mati atau tidak, tapi memastikan ada penghukuman yang layak dan memastikan tidak ada lagi peristiwa seperti itu,"  ujar  Koordinator Kontras Haris Azhar di Kejaksaan Agung Jakarta, Kamis (20/6/2013).

Menurutnya, hukuman mati bukanlah satu-satunya solusi bagi penegakan hukum di negeri ini. Adapun pasal yang dikenakan kepada para pelaku yakni pasal 340 jo 338 dan 170 KUHP dan pasal 130 dan 122 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana Militer (KUHPM) ancaman maksimal adalah hukuman mati.

"Ini kan ancaman hukuman mati, rumusnya itu tidak ada pelanggaran HAM dalam menyelesaikan kasus pelanggaran HAM. Auditor militer diharapkan menuntut paling tinggi seumur hidup jangan ada hukuman mati lah," ungkapnya.

Pihaknya juga menilai bahwa dakwaan yang diajukan Jaksa dalam kasus LP Cebongan itu tidak bersifat kongkrit dan fair, karena para pelaku memiliki niat membunuh tapi dengan tugas yang berbeda-beda. "Yang kami khawatirkan adalah dakwaan yang tidak kongkrit, melihat peristiwa pembunuhan 4 orang di LP Cebongan ini dilakukan 12 pelaku dengan peran yang berbeda."

Dia juga meragukan Pengadilan Militer kasus Cebongan yang digelar hari ini (20/6) di Pengadilan Militer II/11 Yogyakarta, mampu memeriksa keterlibatan petinggi militer atau polisi atas kegagalan mencegah peristiwa tersebut.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

mati kopassus cebongan lapas cebongan vonis
Editor : Others
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top