Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Otak PRIA Sulit Memahami Mata PEREMPUAN

BISNIS.COM, JAKARTA—Penelitian neurologi dari Jerman menunjukkan alasan pria sulit memahami perempuan karena secara alami otak pria sulit memproses emosi yang ditunjukkan mata perempuan.
Demis Rizky Gosta
Demis Rizky Gosta - Bisnis.com 03 Juni 2013  |  16:11 WIB
Otak PRIA Sulit Memahami Mata PEREMPUAN

BISNIS.COM, JAKARTA—Penelitian neurologi dari Jerman menunjukkan alasan pria sulit memahami perempuan karena secara alami otak pria sulit memproses emosi yang ditunjukkan mata perempuan.

Pria sering mengaku sulit memahami perasaan perempuan dalam kehidupan sehari-hari. Sebaliknya, pria mengaku lebih mudah mengenali emosi yang ditunjukkan oleh pria lain.

Keadaan tersebut adalah salah satu mitos yang berkembang dalam kompleksitas hubungan pria-perempuan dan banyak dikaitkan dengan perbedaan psikologis, terutama cara asuh yang berbeda.

Namun, beberapa penelitian menunjukkan faktor fisiologi terutama perbedaan aktivitas bagian otak antara pria dan perempuan juga menjadi salah satu faktor penyebab. 

Salah satunya adalah hasil penelitian dari Boris Schiffer, Christina Pawliczek, Bernhard W. Muller, Elke R. Gizewski, dan Henrik Walter yang berjudul ‘Mengapa Pria Tidak Memahami Perempuan? Perbedaan Jaringan Syaraf untuk Membaca Mata Pria dan Perempuan’ yang dipublikasikan dalam Jurnal Plos One pada April lalu.

Sekelompok ahli dari Jerman tersebut menunjukkan otak pria secara fisiologis lebih sulit mengenali emosi yang ditunjukkan oleh mata perempuan dibandingkan dengan mata pria.

Para peneliti menunjukkan beberapa gambar mata pria dan perempuan kepada 22 pria dalam kisaran usia 21—52 tahun yang semuanya memiliki IQ lebih besar dari 80.

Dalam penelitian mereka diminta untuk mengenali jenis kelamin dan emosi yang dialami pemilik mata dalam gambar-gambar tersebut,

Para sampel terbukti dengan mudah mengenali jenis kelamin pemilik mata di gambar-gambar yang ditunjukkan. Mereka dapat mengenali mata pria dan perempuan dalam tingkat akurasi yang sama, yaitu sekitar 93%.

Di sisi lain, akurasi para pria tersebut dalam mengenali emosi yang ditunjukkan mata perempuan hanya mencapai 75%, sedangkan akurasi dalam mengenali emosi mata pria lain hampir mencapai 90%.

Perbedaan akurasi, menurut penelitan itu, didasari oleh perbedaan dalam aktivitas otak pria ketika berinteraksi dengan pria lain dan ketika berinteraksi dengan perempuan yang dikenali melalui pencitraan MRI.

Fokus Schiffer dkk adalah aktivitas pada bagian otak yang disebut dengan amygdala, precuneus dan dorsolateral prefrontal cortex (dlPFC).

Fungsi amygdala adalah memproses memori terkait emosi seperti rasa takut atau marah dan secara umum bekerja ketika manusia berusaha bereaksi positif atau berempati.

Adapun precuneus dan dlPFC biasanya berfungsi bersama untuk memproses memori episodik, ingatan manusia yang bersifat spesifik dan detil.

Pindaian pada aktivitas otak para sampel menunjukkan bagian amygdala pada pria bersinar terang ketika berusaha mengenali emosi pada mata pria lain, sebaliknya bagian precuneus dan dlPFC meunjukkan aktivitas tinggi ketika stimuli berasal dari mata perempuan.

Reaksi otak yang berbeda tersebut, menurut Schiffer dkk, merupakan indikator bahwa pria secara otomatis menerapkan pengalaman emosi pribadi ketika berinteraksi dengan pria lain hingga lebih mudah berempati.

Di sisi lain, dalam upaya memahami perasaan lawan jenisnya pria cenderung memanfaatkan pengalamannya di masa lalu ketika berinteraksi dengan perempuan dan mengacuhkan pengalaman personalnya.

Kesimpulannya pria merasa perempuan berbeda dan memiliki pengalaman personal yang berbeda. Alhasil, berdasarkan cara pikir Darwin, pria merasa lebih masuk akal untuk berempati dengan makhluk sejenis (pria lain) daripada dengan ‘spesies’ lain (perempuan).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sains medis otak pria mata perempuan
Editor : Ismail Fahmi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top