Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

GEDUNG PUTIH TERANCAM: Obama Kembali Dikirimi Surat Beracun

BISNIS.COM, JAKARTA—Presiden AS, Barrack Obama kembali dikirimi surat mengandung racun berisi ancaman yang sama seperti yang dikirim ke Wali Kota New York, Michael Bloomberg.Bloomberg menerima surat beracun tersebut karena terlibat dalam perdebatan

BISNIS.COM, JAKARTA—Presiden AS, Barrack Obama kembali dikirimi surat mengandung racun berisi ancaman yang sama seperti yang dikirim ke Wali Kota New York, Michael Bloomberg.

Bloomberg menerima surat beracun tersebut karena terlibat dalam perdebatan kebijakan mengani kontrol atas kepemilikan senjata api. April lalu Obama juga pernah dikirimi surat misterius tersebut yang juga dikirimi sebelumnya ke kantor Senator Roger Wicker.

Pasukan keamanan presiden yang dinekal dengan Secret Service mengonfirmasi bahwa surat yang dilayangkan untuk Obama sama seperti yang diterima Bloomberg. Namun mereka, menolak berkomentar lebih jauh mengenai hal ini sebagaimana dikutip Reuters, Jumat (31/5).

Pos keamanan untuk pemeriksaan surat di Gedung Putih kini berada di bawah kendali pengawasan Biro Penyelidik Federal (FBI). Terkait kejadian itu, keamanan pun mulai diperketat.

Beberapa pekan yang lalu, aparat keamanan AS juga menemukan surat beracun yang ditujukan ke salah seorang pejabat AS. Mereka pun menangkap dan mendakwa seorang pria asal Tupelo, Mississippi, bernama Everett Dutschke.

Aparat keamanan AS juga menyita surat yang dilayangkan ke Senator Roger Wicker di Mississippi. Setelah surat itu diselidiki zat ricin kembali terlihat.  Ricin merupakan zat yang seribu kali lebih berbahaya daripada sianida. Menghirup atau menelan zat tersebut bisa berakibat kematian.

AS juga belum mengungkap sosok yang berada di balik aksi teror surat beracun itu. Penyelidikan atas kasus ini masih akan terus berlangsung. (Bloomberg/Reuters)

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Editor : Ismail Fahmi
Sumber : Newswire
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper