Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

SUAP BANSOS BANDUNG: Dada Rosada Dijadwalkan Diinterogasi KPK Besok

BISNIS.COM, JAKARTA--Usai menggeledah rumah dinas Wali Kota Bandung Dada Rosada akhir pekan kemarin, Komisi Pemberantasan Korupsi menjadwalkan pemeriksaan terhadapnya pada Senin (20/05).Dada dipanggil menjadi sebagai saksi dalam kasus dugaan suap bantuan
Mia Chitra Dinisari
Mia Chitra Dinisari - Bisnis.com 19 Mei 2013  |  21:00 WIB
SUAP BANSOS BANDUNG: Dada Rosada Dijadwalkan Diinterogasi KPK Besok

BISNIS.COM, JAKARTA--Usai menggeledah rumah dinas Wali Kota Bandung Dada Rosada akhir pekan kemarin, Komisi Pemberantasan Korupsi menjadwalkan pemeriksaan terhadapnya pada Senin (20/05).

Dada dipanggil menjadi sebagai saksi dalam kasus dugaan suap bantuan sosial pemerintah kota Bandung.

Juru Bicara Kpk johan Budi menfatakan surat panggilan sudah disampaikan pekan kemarin.

Dia mengatakan Dada akan menjadi saksi untuk empat tersangka yang sudah ditangkap KPK.

"iya benar kita sudah panggil yang versangkutan untuk datang besok," ujar Johan Budi.

Sebelumnya pada Jumat, KPK menggeledah rumah dinas Dada di Jalan Kauman No 26 dan di rumah pribadi Dada di Jalan Tirtasari 2 No 12 Bandung.

Sebelumnya, Dada petnah menerima surat panggilan palsu. Namun kali kni pemeriksaan sudah dikonfirmasi pihak KPK.

Dalam kasus ini, KPK telah menetapkan empat orang sebagai tersangka.

Yaitu hakim Setyabudi Tejocahyono sebagai penerima suap, HN (Herry Nurhayat) yang menjabat sebagai Pelaksana tugas Kepala Dinas Pendapatan Daerah (Kadispenda) Kota Bandung, AT (Asep Triana) yaitu perantara pemberian suap dan TH (Toto Hutagalung) yang merupakan orang dekat Walikota Bandung Dada Rosada.(yop)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kpk bandung suap bansos dada rosada bansos bandung suap bansos bandung
Editor : Yoseph Pencawan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top