Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BENCANA INDONESIA: Selama 2013 Sudah Terjadi 356 Bencana

BISNIS.COM, JAKARTA—Badan Nasional Penanggulangan Bencana melansir data sementara kejadian bencana selama 2013 ada 356 bencana.
R Fitriana
R Fitriana - Bisnis.com 25 April 2013  |  07:48 WIB
BENCANA INDONESIA: Selama 2013 Sudah Terjadi 356 Bencana
Bagikan

BISNIS.COM, JAKARTA—Badan Nasional Penanggulangan Bencana melansir data sementara kejadian bencana selama 2013 ada 356 bencana.

Dampak dari bencana tersebut tercatat ada 297 orang meninggal, 412.391 jiwa mengungsi, 27.762 rumah rusak, dan ratusan fasilitas umum rusak.

Menurut Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho, dari total kejadian itu terjadi 128 puting beliung.

“Bencana puting beliung itu menimbulkan kematian pada 91 orang, sekitar 1.667 mengungsi, dan 9.912 rumah rusak,” katanya dalam situs BNPB, Kamis (25/4).

Untuk bencana banjir terjadi 122 kejadian hingga menimbulkan korban 93 orang meninggal 355.248 mengungsi, dan 17.920 rumah rusak.

Sedangkan longsor terdapat 84 kejadian dengan 128 orang meninggal, 42.762 jiwa mengungsi, dan 685 rumah rusak, serta total kerugian ekonomi ratusan miliar rupiah.

Sutopo menjelaskan perubahan iklim global secara nyata berpengaruh berubahnya watak hujan dan cuaca.

Bahkan, lanjutnya, kerentanan di masyarakat juga makin meningkat, apalagi jutaan penduduk Indonesia bertempat tinggal di daerah-daerah rawan tinggi dari bencana hidrometeorologi.

 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bencana indonesia rumah pengungsi bnpb rawan meninggal fasilitas beliung rusak
Editor : Martin Sihombing
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top