Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

ISRAEL Batasi Warganya Gaul Dengan Palestina

BISNIS.COM, YERUSALEM—Israel sepertinya tidak menginginkan warga negaranya berhubungan terlalu dekat dengan warga Palestina.
Wike Dita Herlinda
Wike Dita Herlinda - Bisnis.com 15 April 2013  |  11:35 WIB
ISRAEL Batasi Warganya Gaul Dengan Palestina
Bagikan

BISNIS.COM, YERUSALEM—Israel sepertinya tidak menginginkan warga negaranya berhubungan terlalu dekat dengan warga Palestina.

Pada Minggu (14/4/2013), pemerintah Negeri Zionis tersebut mengumumkan perpanjangan peraturan kontroversial yang disebut “Hukum Kewarganegaraan”.

Peraturan tersebut melarang warga Israel yang menikah dengan orang Palestina –atau warga negara musuh—untuk tinggal atau memasuki wilayah Israel bersama dengan pasangan Palestina mereka.

Menteri Dalam Negeri Israel Gideon Sa’ar mengusulkan perpanjangan peraturan tersebut kepada kabinet. Dasar dari peraturan tersebut berasal dari Lembaga Keamanan Shin Bet, yang percaya bahwa pasangan Palestina dapat menimbulkan “ketidakstabilan” dan “ancaman keamanan” bagi Israel.

Pertama kali disahkan pada 2002, undang-undang itu digunakan sebagai instruksi sementara yang melarang pasangan Palestina menjadi warga negara Israel, kecuali mereka berusia minimal 36 tahun bagi pria dan minimal 26 tahun bagi perempuan.

Hukum kontroversial itu berdampak paling besar terhadap warga Arab Israel, yang merupakan seperlima bagian dari 8 juta jiwa penduduk negara Yahudi itu. Sebagian besar warga Arab Israel menikah dengan warga Palestina dari Tepi Barat sungai Yordan atau Jalur Gaza.

Sejak 1993, lebih dari 100.000 warga Palestina telah memperoleh izin Israel untuk menikah dengan orang Arab Israel.  (ra)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

konflik palestina israel

Sumber : Antara

Editor : Rustam Agus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top