Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

IMPOR DAGING SAPI: Kementan Masih Tunggu Laporan Resmi AUDIT BPK

BISNIS.COM, JAKARTA - Kementerian Pertanian masih menunggu hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan untuk menindaklanjuti berbagai termuan tersebut.
M. Kholikul Alim
M. Kholikul Alim - Bisnis.com 10 April 2013  |  18:09 WIB

BISNIS.COM, JAKARTA - Kementerian Pertanian masih menunggu hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan untuk menindaklanjuti berbagai termuan tersebut.

Menteri Pertanian Suswono mengatakan hingga kemarin Kementan belum menerima laporan resmi hasil audit dari BPK.

"Setelah BPK melakukan audit, mereka akan menyampaikan hasilnya dan akan kami tindak lanjuti. Sampai kemarin laporan resminya belum sampai ke kami," ujarnya, Rabu (10/4/2013).

Suswono mengklaim Kementan selalu berusaha untuk bersikap responsif terhadap temuan BPK. Dia mencontohkan, hasil audit BPK tahun 2011 sudah 94% ditindaklanjuti.

Mengenai temuan BPK yang menyebut 21 importir tidak melalui pemeriksaan Badan Karantina Kementan, Suswono mengatakan bahwa improtir seharusnya melapor ke Badan Karantina saat barangnya masuk ke Indonesia.

"Kalau Badan Karantina itu dilapori. Importir harus melapor, lalu Badan Karantina melakukan pengecekan dan harus aman untuk dikonsumsi," jelasnya.

Suswono berjanji akan menindak pegawai Badan Karantina yang bekerja tidak sesuai prosedur. Adapun bagi pengusaha yang tidak melakukan proses impor sesuai prosedur akan dikenai tindakan hukum.

"Kalau petugas karantina tidak benar maka akan kita tindak, sedangkan kalau pengusahanya ya kita akan lakukan tindakan hukum. Makanya persoalannya kita harus tahu dulu setelah mendapat laporan resmi dari BPK," jelasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kementan impor daging sapi audit bpk
Editor : Fajar Sidik
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top