PENCURIAN ORGAN TKI: Marzuki Alie nilai ada pelanggaran HAM

JAKARTA: Ketua DPR, Marzuki Alie mengatakan kasus pencurian organ tubuh tenaga kerja Indonesia yang tewas di Malaysia harus diajukan ke proses hukum internasional sebagai pelajaran terhadap pelaku kejahatan kemanusiaan tersebut.Menurut Marzuki, kejahatan
M. Syahran W. Lubis
M. Syahran W. Lubis - Bisnis.com 26 April 2012  |  18:07 WIB

JAKARTA: Ketua DPR, Marzuki Alie mengatakan kasus pencurian organ tubuh tenaga kerja Indonesia yang tewas di Malaysia harus diajukan ke proses hukum internasional sebagai pelajaran terhadap pelaku kejahatan kemanusiaan tersebut.Menurut Marzuki, kejahatan yang dilakukan oleh aparat keamanan negara jiran tersebut merupakan bentuk pelanggaran atas hak asasi manusia yang luar biasa keji. Namun demikian, dia menegaskan bahwa tuntutan terhadap Malaysia tersebut harus dilakukan melalui jalur resmi sehingga tidak perlu menggunakan kekerasan."(Malaysia) perlu di beri pelajaran tanpa kekerasan. Namun dengan memanfaatkan hukum internasional," kata Marzuki di Gedung Kompleks Parlemen hari ini. Tanggapan itu disampaikan Marzuki terkait hasil otopsi terhadap salah satu dari tiga jenazah TKI yang tewas ditembak Kepolisian Diraja Malaysia.Dari hasil otopsi itu ternyata sebagian organ tubuh korban bernama Herman tersebut telah raib. Organ tubuh itu antara lain, mata, otak, jantung, dan ginjal. Otopsi dilakukan tim dokter forensik Rumah Sakit Bhayangkara Polda Nusa Tenggara Barat di pemakaman.Marzuki mengatakan DPR akan membahas persoalan yang dihadapi tenaga kerja itu dengan komisi terkait. Dia juga meminta agar Komnas HAM ikut membantu keluarga korban untuk menyelesaikan kasus tersebut.Sementara Ketua MPR, Taufiq Kiemas meminta agar Menteri Tenaga Kerja Muhaimin Iskandar dan Kepala BNP2TKI Jumhur Hidayat segera bertindak. Dia menyatakan tidak perlu menunggu perintah Presiden SBY untuk bertindak atas kasus kejahatan lintas negara tersebut."Itu terlalu! Muhaimin dan Jumhur harus bertindak secepat mungkin. Jangan tunggu perintah Presiden lagi, ini nurani kita sudah bergerak, tanggung jawabnya bagaimana Muhaimin-Jumhur?" ujar Taufiq kepada wartawan.Dia meminta agar kedua instansi itu bergerak cepat mengusut kasus tersebut hingga tuntas.“Semua jalan termasuk melaporkan ke PBB juga layak dilakukan. Yang penting semua bisa bergerak untuk mengusut kasus tersebut,” ujarnya.(api) 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Lingga Sukatma Wiangga

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top