GEMPA MANOKWARI: Beberapa dinding rumah retak

JAKARTA: Laporan sementara dampak gempa bumi dengan kekuatan 6,8 skala richter di Manokwari, Papua Barat, terjadi kerusakan beberapa rumah di wilayah Ransiki.Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana
Sutan Eries Adlin | 21 April 2012 13:29 WIB

JAKARTA: Laporan sementara dampak gempa bumi dengan kekuatan 6,8 skala richter di Manokwari, Papua Barat, terjadi kerusakan beberapa rumah di wilayah Ransiki.Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), mengatakan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Papua Barat telah memberikan laporan sementara dampak gempa yang terjadi pagi tadi."Dampak kerusakan di Kabupaten Manokwari dan Kabupaten Yapen smpai saat ini tidak ada kerusakan yang berarti. Di Ransiki beberapa dinding rumah retak," ujarnya dalam keterangan yang diterima Bisnis, Sabtu 21 April 2012.Saat ini, lanjut Sutopo, kondisi masyarakat yang terkena dampak gempa bumi masih aman dan terkendali. Dia menjelaskan BPBD Papua Barat telah melakukan upaya pengecekan ke lokasi  yang terdekat dari sumber gempa serta membuat laporan sementara secara tertulis kepada Gubernur  Papua Barat & BNPB Jakarta.Seperti diberitakan sebelumnya, gempa bumi 6,8 SR menghantam  Manokwari, Papua Barat pagi tadi dan dirasakan cukup kuat oleh masyarakat sekitar.Gempa dengan kekuatan 6,8 skala richter terjadi di Manokwari, Papua Barat pada pukul 08:16:51 WIB. Pusat gempa berada pada 88 km tenggara Manokwari, tepatnya 1.58 lintang selatan - 134.41 bujur timur pada kedalaman 10 km. Gempa tidak berpotensi tsunami."Berdasarkan analisis Irwan Meilano pakar gempa ITB yang menyampaikan analisisnya ke Posko BNPB [Badan Nasional Penanggulangan Bencana], kemungkinan terjadi pada sesar aktif Ransiki atau aktif folding di Teluk Bintuni. Sesar Ransiki memiliki laju geser 8,5 mm per tahun," ujarnya. (tw) 

Tag :
Editor : Nadya Kurnia

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top