BESI BAJA tanpa SNI dirazia di Padang

 
News Editor | 19 April 2012 21:04 WIB

 

 PADANG: Kementerian Perdagangan RI bersama tim Terpadu Pengawasan Barang Beredar (TPBB) menemukan besi baja tanpa Standar Nasional Indonesia (SNI) beredar di Padang, Sumatra Barat (Sumbar).
     
Hal ini terkuak saat dilakukannya inspeksi mendadak (sidak) ke gudang milik PT Kredo Bajatama Persada di kawasan Bypass Padang.
     
“Ini besi tidak memenuhi syarat SNI dari laporan tim TPBB yang berkoordinasi dengan pihak Disperindag setempat,” kata Wakil Ketua tim TPBB, Lucky S Slamet yang juga merupakan Kepala BPOM RI  kepada Bisnis di lokasi.
     
Lucky yang saat itu juga bersama Dirjen Standarisasi dan Perlindungan Konsumen Kemendag RI Nusnuzulia Ishak menerangkan, total jumlah besi jenis produk Baja Tulangan Beton (BjTB) non SNI yang ditemukan tersebut sebanyak 600 batang.
    
 “Dan, keseluruhanya sudah disegel, dan segera dilakukan penyidikan lebih lanjut oleh penyidik PPNS - PK,” katanya.
     Selain itu, tim TPBB Kemendag Ri juga menemukan 600 sak white cement (semen putih) bermerek JAGUAR yang ditengarai tidak memenuhi persyaratan SNI di sebuah gudang di kawasan Bypass arah Pelabuhan Teluk Bayur Padang.
      
Tak pelak, semen-semen ini pun ikut disegel di lokasi penemuannya. 
     
“Tim penyidik PPNS-PK kita akan bergerak cepat dalam hal ini, khususnya dalam pelaksanaan penyidikan,” kata Lucky, diamini Nusnuzulia Ishak.
 
Bantah tuduhan
 
Dirut PT Kredo Bajatama Persada, Wicky Leonardi justru membantah dan tidak terima kalau dikatakan besi baja jenis Baja Tulangan Beton (BjTB) yang ada di gudangnya disebut Non SNI.
     
“Ini tidak benar, saya tidak terima, dan berani melakukan uji langsung di depan tim,” katanya kepada Bisnis, di sela kedatangan tim TPBB Kemendag RI ke tempatnya. 
     
Wicky menuturkan, seluruh besi baja yang dijualnya adalah produk PT Krakatau Stell (KS), yang dibeli pada Distributor KS resmi di Jakarta.
    
“Saya punya bukti surat-surat pembelian, dan siap cross-chek langsung ke Distributor penjual di Jakarta,” katanya. 
     
Kronologi menyebut besi miliknya Non SNI juga terasa aneh, terang Wicky, di mana pada Rabu 18 April 2012 dirinya didatangi tim Disperindag setempat, dan langsung menyebut kalau besi KS yang dijualnya merupakan besi Non SNI.
     
Tudingan ini berawal dari temuan tim tadi di salah satu toko penjual besi di kawasan Pasarraya Padang, yang menyebut kalau besi tadi dibeli di gudang PT Kredo Bajatama Persada.
     
Selanjutnya tim mengecek besi-besi jenis BjTB ke gudang, dan langsung menyegel sekitar 600 batangan besi jenis BjTB.
     
“Kala itu, saya langsung kesal, dan berontak, karena sampel besi yang dituduhkan justru bukan diambil dari gudang saya, tapi di pasararaya Padang, yang mengaku-ngaku membeli di tempat saya,” katanya. (sut)

Sumber : Tusrisep M Noer

Tag :
Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top